Komisi D Minta Dispendik Gencarkan Sosialisasi SE Diskresi PTM  

16
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah

SURABAYA (Kabarjawatimur.com) Komisi D DPRD Kota Surabaya mendorong agar Dinas Pendidikn (Dispendik) Kota Surabaya menggecarkan sosialisasi surat edaran (SE) terbaru terkait deiskresi atas pelaksaan SKB 4 Menteri, pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk satuan pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Hal itu perlu dilakukan agar sekolah yang menggelar sudah PTM tetap tidak lengah dan waspada Covid 19. “Saya mendorong agar Dispendik Surabaya segera menyosialisasikan SE Mendikbudristek yang terbaru ke sekolah-sekolah,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah, Kamis (4/8/2022).

Selain sosialisasi SE tersebut, pihaknya juga mendorong gugus tugas untuk melakukan pengawasan di lapangan terkait kepatuhan akan protokol kesehatan (prokes). “Kita harus tetap waspada dan tidak boleh abai, apalagi sekarang ada varian baru,” tambah politisi PDIP Perjuangan ini.

Baca Juga  Kemenkumham Jatim Terbitkan Lima SKT Parpol Sejak 2020

Seperti diketahui, SE Mendikbudristek No 7/2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), telah ditandatangani Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim pada 29 Juli 2022. SE yang baru ini, berbeda dengan SE sebelumnya.

Loading...

“Ada poin-poin penting yang harus diketahui sekolah jika ada yang terpapar Covid-19. Yakni, jika ada yang terpapar Covid-19, yang dihentikan sementara aktivitas PTM hanya di rombongan belajar, bukan aktivitas PTM di satuan pendidikan,”imbuhnya.

Sedangkan mengenai, waktu penghentian PTM juga tidak terlalu lama seperti dulu yang mencapai dua pekan. Sekarang jika ditemukan ada peserta didik yang terkonfirmasi Covid-19, penghentian PTM hanya lima hari saja.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Terima Penghargaan Widya Wiyata Dharma Satya

Hal itu apabila yang bersangkutan bukan merupakan klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan, atau hasil surveilans epidemologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 di bawah 5 persen.

“Kami juga meminta Dinas Kesehatan Surabaya untuk melakukan percepatan vaksinasi lanjutan atau boster bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang belum boster. Jika nanti boster kedua sudah bisa diberikan kepada pendidik dan tenaga pendidikan, harus secepatnya dilakukan,” pungkasnya. (KJT)

 

 

Loading...
Artikulli paraprakLomba Linmas Penanganan Bencana, Bupati Bojonegoro Harapkan Bangun Jiwa Empati
Artikulli tjetërMalam Ini Ada Pembakaran Lagi, Silo Makin Mencekam Ini Penyebabnya

Tinggalkan Balasan