Komisi B Minta Satpol PP Tak Arogan saat Tertibkan Pedagang

5
Komisi B DPRD Surabaya hearing dengan PKL

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Komisi B DPRD Kota Surabaya mendesak kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Surabaya agar tidak bertindak arogan saat menertibkan pedagang kaki lima. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi B, Anas Karno yang juga Ketua Pansus LKPJ Walikota Surabaya Tahun Anggaran 2020.

Pihaknya menyebutkan banyak menerima laporan pedagang ke Komisi B. Pengaduan PKL ada yang mengaku menerima perlakuan semena-menanya petugas Pol PP ketika merazia jam operasional pedagang di Surabaya.

“Kasihan pedagang, terlebih masa pandemi ini para pedagang sudah satu tahun lebih dibatasi jam operasionalnya sehingga pendapatan mereka berkurang,”  kata Anas Karno usai hearing dengan Kasatpol PP di ruang Komisi B, Kamis (15/04/21).

Loading...
Baca Juga  Modal Foto Lelang di FB, Kelabuhi Tetangga hingga Ratusan Juta

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan sebaiknya petugas Pol PP bersifat humanis, saat akan merazia pedagang yang melanggar jam operasional yang sudah ditentukan Pemkot Surabaya guna menekan Covid-19.

“Jangan arogansi, petugas main sita gas elpiji 3 Kg para pedagang yang sedang berjualan. Kasian itu kan untuk operasional mereka,” terangnya.

Dikatakan  dalam masa pandemi Covid-19 ini dimana ekonomi mikro sedang terpuruk, sebaiknya petugas Pol PP di lapangan jangan main obrak lapak pedagang. Untuk itu, kata Anas Karno, pengawasan ke pedagang agar terlalu ketat yang berujung tindakan kasar, beri kelonggaran untuk pedagang membuka lapak dagangannya, kalau perlu jam operasional pelaku usaha UKM nya ditambah.

Baca Juga  Penurunan Kemiskinan dan Infrastruktur, Bojonegoro Lampaui Kabupaten Sekitar

“Sekali lagi kami minta Satpol PP untuk tidak arogan terhadap pedagang di Surabaya.” Pungkasnya.

Reporter           : Boy A

Editor               : Rizky

Loading...
Artikulli paraprakKeluhan Warga Tak Digubris, Pabrik ‘Nakal’ Masih Nekat Buang Limbah di Laut Muncar
Artikulli tjetërSemakin Sesak, Rutan Medaeng Diusulkan Untuk Ditata Ulang

Tinggalkan Balasan