Komisi B Minta Pemkot Optimalkan Pajak Parkir

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Komisi B DPRD Kota Surabaya mendorong Pemkot Surabaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) ini lewat pajak retribusi parkir. Sebab disaar Pandemi COVID-19 menyebabkan target pendapatan daerah sektor pajak di Surabaya meleset jauh dari semestinya.
Komisi B yang membidangi Perekonomian ini berharap pajak parkir bisa dimaksimalkan untuk merealisasikan target pajak parkir. Untuk diketahui, sedianya target pendapatan pajak parkir sekitar Rp107 miliar pada tahun anggaran 2020.
Namun, adanya pandemi COVID-19, hingga saat ini masih Rp 38 Miliar. Jumlahnya masih jauh dari target. Pemkot Surabaya kemudian mengusulkan penurunan target hingga 44 persen atau Rp 63 Miliar agar tercapai hingga Desember 2020. Artinya masih ada dua bulan ke depan untuk terus menggenjot pendapatan parkir ini
“Target pajak yang baru harus benar-benar dikejar supaya teralisasi dengan maksimal hingga akhir Desember mendatang. Meski dimaklumi akibat pandemi, tapi semangat untuk merealisasi target harus dilakukan,” ujar Mahfudz, Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Selasa (06/10/2020).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan jika kondisi masih sulit untuk mengoptimalkan pendapatan yang ada. Bahkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya tidak mungkin menaikkan nilai retribusi yang sudah ditetapkan. Pasalnya, perubahan tarif retribusi juga harus melalui perubahan Peraturan Daerah (Perda).
Meski demikian, Pemkot Surabaya diyakini mampu mengejar dengan serius target pendapatan parkir. Hal ini didukung perkembangan masyarakat yang saat ini sudah banyak yang mulai berkantor di Surabaya seperti hari biasa.
Apalagi pusat-pusat perbelanjaan di Kota Pahlawan yang sudah banyak beroperasi serta tempat-tempat nongkrong seperti kafe maupun restoran juga mulai banyak dikunjungi masyarakat meski dengan tetap lewat protokol kesehatan dan pembatasan jarak.
“Saya optimistis bisa lah. Ada waktu cukup panjang sampai Desember ke depan. Jangan sampai pandemi justru bikin pendapatan daerah merosotnya tajam,” pungkasnya.
Reporter: Boy
Editor: Rizky
Loading...
Berita sebelumyaBI Jatim Dukung Ekonomi Syariah Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional
Berita berikutnyaBertemu Warga Rogojampi, Ipuk Fiestiandani Bawa Program UMKM Banyuwangi Naik Kelas

Tinggalkan Balasan