Komisi A Himbau Pemilik Rumah Sehat Arrohma Segera Menyelesaikan Tuntutan Warga

86

BOJONEGORO(kabarjawatimur.com),-Ratusan orang peserta arisan Rumah Sehat Arrohmah merasa tertipu janji manis pengelola, setelah uang jutaan rupiah yang dijanjikan tak kunjung dibayarkan.

Menyikapi hal itu Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menyarankan masyarakat untuk melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.

“Ya kalo ada indikasi penipuan sebaiknya korban segera lapor ke Polres saja,” terang anggota Komisi A Ali Mustofa, Senin (05/06/2017).

Dia turut prihatin atas apa yang terjadi pada para peserta arisan yang berpotensi kehilangan juta rupiah demi iming-iming arisan sistem gugur tersebut.

“Kita menghimbau agar pengelola segera menyelesaikan permaslahan tersebut,” imbuhnya.

Banyak korban yang mengaku menyetorkan puluhan juta rupiah karena ikut lebih dari satu nama. Seorang ibu asal Sukorejo yang enggan disebutkan namanya bahkan mengaku sudah meminjam uang PKK dan berharap mengembalikan menggunakan uang arisan tersebut. Namun setelah jatuh tempo uang arisan tak kunjung cair.

Baca Juga  Tim Rescue SIGAP INDONESIA Bantu Korban Banjir dan Longsor di Garut

“Saya ikut dua mas, jadi 10 juta, padahal saya hutang PKK 3 juta, akhirnya anak saya yang mengembalikan uangnya, kalau uang disini kecil kemungkinan kembali.

“Teman saya ada yang nangis – nangis anaknya mau ikut ujian kelas 6 SD belum bisa bayar, gak boleh ujian gurunya, nunggu uang dari sini, eh uang disini juga gak cair, mas Fais di SMS cuma bilang nanti-nanti, saya kasihan itu,” ujarnya dengan nada memelas.

Loading...

Wakil ketua komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito, menurutnya masyarakat harus lebih berhati-hati dengan hal-hal semacam ini, terlebih menjelang hari raya dimana masyarakat butuh uang.

“Kalau dilihat pidananya murni tipu gelap, masyarakat bisa melapor dan mengurus jalur hukum,” ucap Anam.

Anam menambahkan seharusnya masyarakat curiga dengan sistem arisan yang hanya menguntungkan salah satu pihak saja. Masyarakat jangan mudah percaya dengan janji yang belum tentu terealisasi.

Baca Juga  Dinilai Aman, Polisi Turunkan Jumlah Personil Pengamanan Sidang MSAT

“Kalau ikut arisan yang normal, dilihat dulu mekanisme atau perjanjian yang jelas. Kalau belum diberikan haknya bisa dibicarakan melalui mediasi dan kalau apa yang dijanjikan tidak diberikan, masyarakat bisa menempuh jalur hukum,” pungkasnya.

Menurut kabar dari pihak kepolisian saat ini yang bersangkutan atau pemilik toko, Ali Faison (Fais) saat ini sudah diperiksa di Mapolres Bojonegoro. Puluhan peserta arisan juga ikut menunggu kejelasan dengan datang ke Mapolres.

” Masih dilakukan pemeriksaan,” Jelas Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSI singkat.

Setidaknya sekitar 505 orang menjadi peserta arisan di toko Rumah Sehat Ar-Rohmah. Dengan nilai per orang Rp 5 juta, sehingga total seluruhnya kurang lebib Rp 2,5 miliar.

Reporter : Agus/Bbc
Editor : Budi
Publisher : Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakSambangi LP, Kapolres Bojonegoro Ajak Para Tahanan Ke Jalan Yang Benar
Artikulli tjetërAniaya Istri, Pelukis Asal Kediri Diamankan

Tinggalkan Balasan