Komisi A Hearing terkait Pembangunan Rumah Usaha di Permukiman

10

SURABAYA (kabarjawatimur.com) Komisi A DPRD Kota Surabaya menggelar hearing terkait proses perizinan pembangunan rumah usaha di permukiman. Hal itu menindak lanjuti terkait adanya polemik antara warga Tanah Kali Kedinding dengan kontraktor PT Graha Bangun Utama.

Kendati polemik tersebut  sudah menemui titik temu, yakni dengan kesanggupan pihak kontraktor memperbaiki rumah empat warga yang rusak atau retak-retak dampak pembangunan rumah usaha (pergudangan). Namun Komisi A DPRD Surabaya menggelar hearing dengan dinas terkait, untuk mengetahui proses perizinannya, Senin (19/4/2021).

Anggota Komisi A Arif Fathoni menerangkan bahwa Komisi A melihat izin yang dikeluarkan oleh Pemkot Surabaya adalah rumah usaha. “Tetapi warga tidak diberi penjelasan, bahwa disitu dipakai tempat (pergudangan,Red) sub distributor minuman beralkohol golongan A,” kata Arif Fathoni.

Baca Juga  Kerja Nyata, Erick Thohir Disebut Cawapres Paling Progresif untuk Pilpres 2024

Politisi Partai Golkar Kota Surabaya ini menegaskan bahwa, seharusnya izin lingkungan yang diberikan Dinas Lingkungan Hidup itu sejak awal mengajak partisipasi aktif masyarakat sekitar pergudangan.

Loading...

“Apakah masyarakat Tanah Kali Kedinding ini bisa menerima di tengah permukiman ada gudang distributor minuman beralkohol golongan A,” urainya.

Pihaknya berharap agar pemkot kota Surabaya lebih selektif dalam menerbitkan izin usaha di kawasan permukiman. “Apalagi karakteristik masyarakat kita ini beragam,” tegasnya.

Komisi A dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) juga berencana sidak ke lokasi.  Hal itu untuk melihat langsung rumah usaha yang diberikan hanya 30 meter persegi dengan eksisting bangunannya sekitar 765 meter persegi.

Baca Juga  Polsek Tanggul Ringkus Spesialis Pembobol Toko Dekat Markas Yonif Raider 515

“Apakah izinnya cukup rumah usaha ataukah yang bersangkutan harus menurut tanda daftar gudang,” urainya.

Komisi A jug akan mengundang masyarakat sekitar. Hal ini untuk meminta masukan apakah warga keberatan atau tidak di kawasan permukiman itu dipakai sebagai gudang minumal beralkohol.

 

Reporter          : Boy A

Editor               : Rizky

 

Loading...
Artikulli paraprakAwali PTM di Gresik, MTs Nurul Jadid Randuboto Buka Kelas Tahfidz Berbeasiswa
Artikulli tjetërKapolres Ciamis Hendria Lesmana Beri Penghargaan Anggota Berprestasi

Tinggalkan Balasan