Komisi A DPRD Surabaya Terus Monitor Perizinan SLF

113
Hj Pertiwi Ayu Khrisna

SURABAYA (Kabarjawatimur.com) Komisi A DPRD Kota Surabaya terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap perizinan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Sebab dari 2.740 bangunan gedung di Kota Surabaya sampai saat ini belum seluruhnya memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Khrisna mengatakan, pihaknya akan terus memantau dan memonitor pemilik bangunan gedung yang dinilai bandel dan belum mengurus perizinan SLF. Politisi Partai Golkar Kota Surabaya ini selama ini sudah melakukan sidak ke beberapa bangunan gedung yang belum mempunyai SLF. Termasuk bangunan yang sudah ber-SLF.

“Kami sudah melakukan sidak untuk memastikan SLF untuk memastikan perizinannya didapatkan sesuai rekomendasi yang sesungguhnya atau hanya abal-abal. Termasuk bagi pemilik bangunan yang belum mengurus SLF,” ujar Pertiwi Ayu Krisna, Kamis (14/7/2022).

Disebutkan, bangunan yang rata-rata belum mempunyai SLF yakni bangunan bertingkat terutama di atas delapan lantai, seperti apartemen, hotel dan mal. Komisi A menilai, dengan tingginya bangunan yang berdiri itu, dinilainya lebih berpotensi rawan mengalami kerusakan struktur.  Untuk itu, pihaknya berkomitmen terus melakukan upaya agar pemilik bangunan tertib bisa segera mengurus SLF.

Baca Juga  Nelayan Jatim Serukan Dukungan untuk Erick Thohir Pimpin Indonesia

Seperti diketahui, kewajiban SLF sudah diatur ke dalam Perwali Surabaya Nomor 51 Tahun 2022 tentang perubahan atas Perwali Nomor 14 Tahun 2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung. Dengan dasar hokum itu, pihaknya mengimbau agar diperhatikan oleh pengembang. Pemkot Surabaya juga harus tergas dalam menerapkan regulasi ini agar pemilik gedung bertingkat memenuhi ketentuan yang sudah diputuskan.

Loading...

“Kami akan terus turun melakukan pengecekan untuk memastikan agar bangunan bertingkat benar-benar memiliki SLF,” tegasnya.

Saat melakukan sidak, Komisi A menemukan sejumlah gedung di kawasan Tegalsari yang belum mengantongi SLF seperti dua rekreasi hiburan umum (RHU) dan salah satu hotel di kawasan Jalan Tunjungan.  Belum lagi sistem keamanan tak terjamin secara mutlak yakni alat pemadam api otomatis yang tidak berfungsi dengan baik.

Baca Juga  Giliran Pegupon Dinoyo Surabaya Dirobohkan

Atas temuan itu sudah dilaporkan ke Pemkot Surabaya dan Komisi A minta menjadi perhatian serius jajaran Pemkot Surabaya.Sebab SLF ini dalam rangka aspek keamanan gedung bisa dipastikan berfungsi dengan baik.

“Maka jangan asal dikeluarkan, harus dijamin dan dicek semuanya. Sehingga rekomendasi itu keluar dengan benar,” pungkasnya.

Koordinator Bidang Penataan Ruang Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Syaifulloh ditanya terkait temuan Komisi A DPRD Kota Surabaya mengatakan, sudah mengirimkan surat teguran kepada seluruh gedung yang belum memiliki SLF.

“Kita sudah mengirim teguran panggilan ke semua gedung harus memiliki SLF,” ujar Syaifulloh.

Dari beberapa gedung yang sudah menerima teguran tersebut ada yang sebagian merespons ada yang juga sudah mulai mengurus SLF.  (KJT)

 

Loading...
Artikulli paraprakDitinggal Sholat Subuh, Motor Guru di Surabaya Lenyap Digondol Maling
Artikulli tjetërMenkumham Dorong Perkembangan Inovasi dan Sumber Daya Genetik

Tinggalkan Balasan