Komisi A Cari Solusi Persoalan Warga dan Pengusaha Kedai di Ketintang

0
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pertiwi Ayu Krishna

SURABAYA (Kabarjawatimur.com) Komisi A DPRD Kota Surabaya menggelar hearing antara perwakilan warga dan pengusaha kedai di Ketintang Surabaya.Hal ini terkait adanya keluhan warga atas adanya kedai yang memanfaat lahan parkir di fasilitas umum.

Secara umum, Komisi A mendukung pengusaha muda kreatif yang dinilai bisa turut memulihkan perekonomian. Dukungan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Hj Pertiwi Ayu Krishna saat hearing dengan salah satu pelaku usaha kreatif yang sempat usahanya dikeluhkan warga sekitar karena menggunakan lahan fasilitas umum untuk parkir.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krishna mengatakan mendukung pengusaha muda kreatif untuk memulihkan ekonomi. Dimana usaha kedai yang sempat ada warga yang mempersoalkan, dinilai bisa tetap buka dengan beberapa catatan dan perlu dibicarakan lagi bagaimana formulanya. Terlebih usaha tersebut sudah mengantongi izin.

”Mereka (pengusaha muda kreatif,red) ini salah satu faktor yang bisa membangkitkan ekonomi di Surabaya. Mereka bisa membuka lapangan pekerjaan,” kata Pertiwi Ayu Krishna, Senin (12/9/2022).

Baca Juga  Rida Mulyana Dilantik Jadi Sekjen Kementerian ESDM, Begini Kata Pelaku Investasi

Komisi A DPRD Surabaya bakal hadir dan mencari solusi dari berbagai aduan dan masalah yang dihadapi masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan digelarnya hearing antara warga dan pengusaha terkait usaha kedai yang dipersoalkan karena menggunakan fasiltias umum untuk parkir.

”Kedai itu bisa memberikan peluang kerja sama yang saling menguntungkan bagi warga. Misalnya bekerja sama dengan membuat makanan kecil untuk dititipkan di kedai itu. Itu juga bisa menambah pendapatan ekonomi warga sekitar,” tambah politisi Partai Golkar Kota Surabaya ini.

Loading...

Sementara itu, dari data yang dihimpun, persoalan yang menyangkut salah satu pengusaha pemilik Kedai Semoga Sukses di Jalan Ketintang Selatan Surabaya ini aduan dari warga sudah diterima Komisi A DPRD Surabaya. Aduan dan keluhan terkait lahan parkir.

Pemilik Kedai, Tri Anggara Poli menyampaikan bahwa warga mempersoalkan masalah lahan parkir yang menggunakan fasilitas umum (fasum). Parkir konsumen memang memanfaatkan lahan milik RT dan RW setempat.

Baca Juga  FKP RSUD Sumberrejo, Bupati Bojonegoro Harapkan Tingkatkan Layanan Kesehatan

“Kami telah menawarkan pengelolaan parkir ke RT/RW. Itu bisa menjadi pemasukan RT dan RW,” katanya.

Namun penawaran jika fasum tersebut disewa tidak diizinkan warga. Pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan beberapa warga, namun hasilnya warga meminta usaha kedainya ditutup. Atas permintaan itu, dirinya meminta tenggat waktu selama empat bulan sesuai kesepakatan awal dengan warga.

Pengajuan empat bulan ini karena masih adanya kontrak pihaknya dengan beberapa brand hingga desember 2022. Pihaknya sebenarnya merasa saat pertemuan dengan warga di kelurahan dinilai tidak berimbang dan berat sebelah.   Sedangkan mengenai usahanya, dikatakan sudah memiliki izin NIB bahkan CV, namun untuk kelengkapannya membutuhkan konfirmasi lebih lanjut ke dinas terkait.

Sedangkan, Ketua RW 9 Kelurahan Karah Akhmad Hafandi menyampaikan bahwa yang menjadi permasalahan sebenarnya adalah pengunjung yang terlalu banyak berdampak dengan pemakaian fasilitas umum milik RW. Lahan penuh kendaraan parkir membuat warga merasa tidak nyaman.(KJT)

 

Loading...
Artikulli paraprakGudang Mebel dan Rumah serta 1 Mobil Hangus Terbakar

Tinggalkan Balasan