Kombespol Sumardji Beri Semangat Kampung Tangguh Semeru Desa Wonokasian Wonoayu

49
Polda Jawa Timur
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji mengunjungi kampung tangguh di Desa Wonokasian Wonoayu.

SIDOARJO (Kabarjawatimur.com)
Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji menganggap keberadaan Kampung Tangguh Semeru dapat membuat ketangguhan dalam segala lini di desa maupun di perkampungan.
Untuk itu, ia selalu berharap keberadaan Kampung Tangguh Semeru akan tetap ada walaupun nantinya pandemi coronavirus disease (Covid-19) nanti berakhir.

“Kampung Tangguh Semeru ini harus tetap dipertahankan. Selain bisa menekan penyebaran virus corona, kampung tangguh juga bisa membuat tangguh keamanan, tangguh kebersamaan, tangguh gotong royong, tangguh pangan dan ketangguhan lainnya,” tegas mantan Wakapolres Jombang ini saat meninjau Kampung Tangguh di Dusun Kramat, Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Jumat (12/6/2020) siang.

Lanjutnya, dengan keberadaan kampung tangguh, keluar masuk orang di sebuah desa, akan lebih mudah diawasi.

Baca Juga  Dinilai Aman, Polisi Turunkan Jumlah Personil Pengamanan Sidang MSAT

“Tiga pilar, Bhabinkamtibmas, Babinsa dibantu peran serta warga juga lebih gampang mengawasi warga agar tertib mematuhi aturan protokol kesehatan,” sambung Sumardji.

Loading...

Ia menambahkan, personel kepolisian yang sebelumnya berjaga di check point di jalan protokol saat ini sudah ditarik untuk berjaga di lingkup desa seiring berakhirnya pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ke depan, meskipun PSBB telah berakhir, warga lebih patuh terhadap aturan protokol kesehatan. Apalagi, sampai saat ini, semua kecamatan di Kota Delta sudah berwarna merah terkait persebaran corona.

“Warga harus taat karena kedisiplinan menentukan keberhasilan untuk menghentikan pandemi covid-19 ini,” sahut mantan Wadir Polairud Polda Metro Jaya ini.

Baca Juga  Spesialis Pencuri Dompet Dalam Mobil Dibekuk, Pelaku Dua Orang Pria

Mantan Manajer Timnas Indonesia U-22 ini juga mengimbau agar warga selalu memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Wonokasian Karen Agung Wibowo menjelaskan, di desanya ada 8 check point dan 16 portal.

“Warga kami dibantu linmas sangat antusias menjaga kampungnya. Pagi hingga sore hari yang berjaga linmas dari desa sedangkan malam hari warga yang berjaga,” ujar Karen Agung Wibowo. (*)

Reporter: Boy
Editor: Okin Dzulhilmy

Loading...
Artikulli paraprakAsyik! Tempat Hiburan di Banyuwangi ‘Buka’ Saat Pandemi Covid-19
Artikulli tjetërKampung Tangguh, di Surabaya Pasien Meninggal ‘0’ Orang dan Pasien Sembuh Sehari 40 Orang

Tinggalkan Balasan