Komad Demo Tuntut “Bandit Berdasi” Di Sirnakan.

39

PAMEKASAN (kabarjawatimur.com)- Aksi Demo yang di lakukan oleh Komunitas Monitoring dan Advokasi(Komad) di depan kantor Inspektorat Kabupaten Pamekasan Jawa timur pada Kamis (09/02/2017) siang.

Berdasarkan pantuan reporter Kabarjawatimur.com, adanya aksi Komunitas Monitoring dan Advokasi ( Komad) ke kantor Inspektorat pamekasan pemicunya adalah seseuai selembaran kertas pernyataan sikap yang berhasil di himpun oleh kami, adalah kali ini merupakan hal adanya dugaan penyalagunaan wewenang Fungsi Tugas kepengawasan Inspektorat Kabupaten Pamekasan terhadap ambruknya tanggul penahan banjir di Gladak Anyar.

Oknom Pegawai Negri Sipil PNS yang bolos di jam kantor, maraknya indikasi pemotongan Dana BSM, Markup Data siswa dan lain lain, serta belum adanya Papan Informasi publik penggunaan ADD dan DD di setiap perkantoran Balai Desa, dan seharusnya Inspektorat ikut andil dalam pengawasan di Setiap ke giatan- kegiatan SKPD, dan pihak aksi menyatakan adanya dugaan kongkalikong dengan para “bandit berdasi”, di karenakan tidak ada bentuk ketegasan Implementasi dari amanat UU yang ada.

Baca Juga  Warga Pasuruan Bersukur, Motornya Polsek Gunung Anyar

Adapun tuntutan para Aksi Komunitas Monitoring dan Advokasi ( Komad) adalah” Inspektorat segara memberikan rekomendasi kepada Pihak- pihak terkait Guna di berikan Sangsi Bagi para Oknom Pegawai Negeri Sipil ( PNS), dan Oknom pejabat Aparatur Daerah yang melanggar serta menyalahgunakan wewenangNya sebgaimana yang telah di atur dalam pasal 26 No 43 tahun 1999 serta Pada Pasal 23 No 43 Tahun 1999.

Loading...

Zaini Wer wer ketum Komad usai aksinya mengatakan” Inspektorat selaku Pengawasan terhadap pengguna Uang Negara baik itu yang terun ke SKPD, ADD dan DD. Kami berharap Inspektorat betul- betul tegas memberikan rekomendasi tindakan ketika menemukan pelanggaran, kelalayan, kesalahan baik itu secara sistem maupun Di lapangan yang tidak sesuai. Dan kita sama tau bahwasanya Pengunaan Uang Negara di SKPD Sangatlah Buruk, dan dari Sektor Pembangunannya,” ujarnya.

Lebih lanjut wer wer menambahkan, “seperti halnya Ada Oknom PNS nakal keliaran di jam kantor, dan terkesan di sinyalir di bairkan Begitu saja, dan kami terus terang kecawa karna tidak ada tindakan tegas dari Inspektorat,” tambahnya.

Baca Juga  Topi Bangsa Desak Polres Jember Transparan Proses Hukum Oknum Anggota Terlibat Narkoba

Pihaknya akan melakukan sikap berkelanjutan bila ditemukan kejanggalan yang tidak sesuai dengan UU yang ada, maka akan melaporkan persoalan – persoalan ini kepada pihak- pihak yang berwajib.

Pak Budi Subrapto Sekertaris Inspektorat waktu di konfirmasi oleh teman media usai aksi tersebut mengatakan, ketika di singgung perihal pihak kepala Inspektorat tidak menemui para aksi Demo” perlu di ketahui bersama ini terkait masalah tentang Tehnik yang membidanginya adalah Imam Ansori selaku Inspektur pembantu Wilayah Dua,” tutupnya.

Dan terkait aksi kali ini, menurut Komad tidak jauh berbeda apa yang sudah di Audit bersama, dan itu semuanya berdasarkan Rambu-rambu dan aturan.
“Kami akui terus terang memang untuk personal di Inspektorat ini tidak sampai 30, terbatas jadi untuk di siplin ini titik Fokusnya Adalah di setiap masing- masing Pimpinan SKPD”,tutupnya

Reporter : Andy. K
Editor. : Rusmiyanto

Loading...
Artikulli paraprakBerselisih Paham, Ibu RT Ancam Tetangga Dengan Pisau
Artikulli tjetërRatusan Kosmetik Import Disita BPOM Surabaya

Tinggalkan Balasan