Kodim 0824, DP3KB Jember dan BKKBN Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Tekan Angka Stunting

11

Jember,(kabarjawatimur.com) – Kabupaten Jember saat ini masih di dalam zona kuning stunting. Penyebabnya masih tingginya angka persentase stunting.

Persentase stunting di Jenber berada di angka 23 persen, sementara angka presentase nasional 24,4 persen.

Penyebeb tingginya angka stunting itu disebabkan kurangnya edukasi pentingnya menrjaga kesehatan reproduksi.

Untuk menekan tingginya angka stunting tersebut semua pemangku kebijakan bergerak bersama. Seperti yang dilakukan Kodim 0824 Jember.

Kegiataan sosialisasi yang digelar bertajuk Sosialisasi Kesehatan Reproduksi, Pencegahan Stunting dan Pelayanan KB di Aula Kodim 0824 Jember, Senin (6/6/2022). Acara ini juga salah satu rangkaian kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa atau TMMD tahun 2022.

Kegiatan digelat bekerjasama dengan Dinas P3AKB dan BKKBN Provinsi Jatim ini bertujuan, untuk mencegah anak dari kekurangan gizi buruk. Serta memberikan edukasi bagi para ibu agar selalu menjaga kesehatan kehamilannya dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Baca Juga  Penjual Nasi Bebek Nekat Sikat Sepeda Motor, 1 Pelaku DPO

“Upaya ini dilaksanakan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat. Untuk itu, marilah kita ikuti tahapan penanganan stunting, mulai dari perencanaan sampai pengasuhan anak yang sangat memerlukan kesadaran kaum ibu,” kata Dandim 0824/Jember, Letkol Inf Batara C Pangaribuan.

Loading...

Letkol Inf Batara C Pangaribuan mengatakan, bahwa sumberdata penduduk muda di Indonesia mencatatkan yang produktif hanya sekitar 64,69 %, atau sekitar 173,31 Juta Jiwa. Maka dari itulah, perlunya dorongan agar generasi muda lebih berkualitas, salah satunya seperti fokus pemerintah saat ini dalam mencegah stunting.

“Untuk itu sekali lagi mari kita ikuti bersama dengan seksama materi -materi yang akan disampaikan oleh para nara sumber,” pintanya.

Acara ini juga dihadiri oleh Ajeng Lukitowati Kepala Bidang Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember Suprihandoko dan Sudarma Angga Prawidya dari Rumah Sakit Baladhika Husada Jember.

Baca Juga  Umur Jembatan Klungkung Jember Bisa 100 Tahun

Sementara itu, Ajeng Lukitowati dalam materinya memaparkan, bahwa betapa pentingnya KB, dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan apa peran KB dalam menyeimbangkan program-program pemerintah dengan jumlah penduduk Indonesia.

“Seperti pembangunan yang dilaksanakan pemerintah dapat berjalan sesuai dengan perencanaan, untuk itu pentingnya pengaturan jarak kelahiran melalui KB,” bebernya.

Dilain pihak Kepala DP3AKB Kabupaten Jember Suprihandoko memaparkan perlunya menjaga kesehatan anak dan menghindarkan mereka dari stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak.

“Stop stunting dari hulu, kita memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi (Kespro), kepada semua pihak. Dengan harapan para peserta itu menjadi leader of change,” tuturnya. (*).

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakHeboh! Pria ‘Satrio Piningit’ Asal Benjeng Gresik Nikahi Domba
Artikulli tjetërRampok Gasak Uang Nasabah BRI Jember Rp148 Juta

Tinggalkan Balasan