Koalisi Nasionalis Religius, Yudha: Bisa Saja Terjadi

14

SUKABUMI, (kabarjawatimur.com) – Setelah melewati proses panjang melakukan penjaringan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, saat ini tengah menyampaikan atau melaporkan sebanyak 25 nama Balon Kepala Daerah ke DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Barat, untuk kemudian dilakukan tahapan berikutnya.

Ke 25 nama Balon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi tersebut, dua diantaranya adalah, Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sarjono dan Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara. Dua tokoh tersebut, digadang – gadang bakal menjadi pasangan Balon Kepala Daerah Kabupaten Sukabumi 2020 – 2025 mendatang.

“Dengan mendaftarnya Yudha Sukmagara tersebut, maka peta arah politik Gerindra semakin terang, disinyalir bakal terbangun Koalisi Nasionalis Religus di Kabupaten Sukabumi,” kata salah seorang aktivis, Dayat Alamsyah.

Selama ini, lanjut Dayat, publik tengah menunggu sikap dari pengusaha muda bidang migas itu, pasalnya, sebagai partai pemenang di pemilu 2019, Gerindra memiliki hak untuk mengikut sertakan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, menjadi salah satu kandidat dalam merebutkan rekomendasi dari Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Baca Juga  Partai Demokrat Dukung Paslon Aditya Halindra-Riyadi Dalam Pilkada Tuban

“Kami rasa, Ketum Gerindra akan mempertimbangkan ketika kadernya maju sebagai salah satu peserta dalam konteks penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati, dan kemungkinan besar, rekomendasi itu akan jatuh terhadap kadernya,” katanya.

Loading...

Ketua DPC PAPPRI Sukabumi ini mengungkapkan, wacana terbangunnya koalisi Nasionalis Religius itu berdasarkan dari pengamatan sejumlah politisi, pengamat politik dan para aktivis, dimana, komunikasi politik yang dilakukan Gerindra dengan PPP dan PKB terbilang instensif, sehingga munculnya Yudha sebagai salah satu kandidat Balon Bupati atau Wakil Bupati melalui Gerindra, akan menjadi warna baru secara politis.

“PPP dan PKB ini sudah lebih dulu menyatakan berkoalisi bernama Hejo Ludeung, dan terakhir koalisi ini sudah hampir final untuk mengusung Adjo Sarjono, ditambah Adjo juga mendaftar di Gerindra, jadi hampir bisa dipastikan Koalisi Nasionalis Religius ini bisa terjadi,” ungkap Dayat.

Baca Juga  Kantor Pemkab Blitar Ditutup Setelah 4 Pegawainya Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sementara itu, menyikapi pernyataan yang Ketua DPC PAPPRI Sukabumi tersebut, Yudha Sukmagara Kamis (16/1/2020) menjelaskan, dalam politik, semua kumungkinan bisa saja terjadi, karena politik sangat dinamis. Terkait dengan harapan terbangunnya koalisi Nasionalis Religius, sebetulnya juga menjadi harapan Gerindra saat ini, namun tetap harus berproses.

“Kita ikuti saja prosesnya, politik itu dinamis bisa berubah kapan pun, tapi yang pasti, Gerindra saat ini tengah membangun komunikasi dengan partai lain, sebelum pada akhirnya Gerindra memutuskan akan berkoalisi dengan poros mana,” ujarnya.

Yudha menyebutkan alasan jika terbentuk koalisi nasionalis religius, menurutnya, nasionalis menunjukkan bahwa orang Indonesia harus mempertahankan harga diri bangsa. Sementara makna religius, adalah representatif sebagai umat beragama.

“Mencalonkan sebagai pimpinan daerah. Apakah F1 atau F2, saya serahkan kepada Partai Gerindra. Kita serahkan ke partai, karena partai tahu mana yang terbaik. Tidak menutup kemungkinan koalisi nasionalis religius itu bisa saja terjadi,” pungkasnya.(*)

Reporter : Eko/Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan