Kinerja ASN Rendah, Ketua DPRD Jember: ASN Jangan Hanya Menunggu Perintah Bupati

6

JEMBER,(kabarjawatimur.com) – Pasca terungkap Rendahnya Nilai Indeks Integritas Pemkab Jember, dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK RI, ditanggapi oleh pimpinan DPRD Jember. Dari survei tersebut tercatat nilai Indeks Integritas Pemkab Jember yang hanya mendapat nilai 54. Dibandingkan dengan rata-rata nilai kabupaten se Indonesia yang berada diatas 70, nilai tersebut sangat rendah.

Menurut Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi, perlu mendapat perhatian khusus. Pasalnya secara teoritis ketika index integritas itu rendah, maka potensi terjadinya korupsi itu besar. Itu pun dinilai mengkhawatirkan.

Terungkapnya re dahnya nilai Indeks Integritas Pemkab Jember itu, diketahui saat Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Rabu (9/11/2022).

“Dari hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan KPK RI. Nilai Indeks Integritas Pemkab Jember rendah dibandingkan kabupaten lain se Indonesia,” kata Itqon saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai rapat Monev bersama Pemkab Jembee dan KPK RI.

Dengan kondisi ini, kata Itqon, KPK RI datang ke Jember untuk mencari tahu alasan rendahnya hasil survei tersebut di Jember.

“Sehingga untuk soal masukan dan monev yang dilakukan KPK tadi. Pak Brigjen Ujang tadi menyampaikan bahwa Index Integritas Jember rendah, di bawah rata-rata kabupaten se Indonesia,” katanya.

Baca Juga  Ingat, Polisi Larang RHU Masukan Anak Dibawah Umur

Lebih lanjut Itqon juga menyampaikan, dalam kegiatan Monev pihaknya juga mendapat sebuah ilmu dan masukan bagaiman nantinya. Kinerja dari OPD juga perlu mendapat perhatian.

“Dimana disoroti kinerja ASN itu, harus digeber dan didorong. Tidak boleh, kemudian hanya menunggu perintah atau petunjuk bupati,” katanya.

Loading...

“Baca tupoksi, lakukan kreatifitas, demi menunjang visi dan misi bupati. Semangatnya itu button up, selama ini top down saja itu. Nunggu perintah bupati baru dikerjakan. Padahal untuk saat ini, semua harus button up,” sambungnya.

Lebih lanjut legislator dari PKB ini menyampaikan, para ASN yang berada di lingkungan Pemkab Jember. Sudah mendapat suntikan semangat, dengan mendapat tunjangan profesi.

“Apa gunanya terima TPP (Tunjangan Profesi), kalau tidak bisa memberikan masukan konstruktif kepada bupati. Untuk mewujudkan visi dan misi, juga janji-janji kampanye nya,” kata Itqon.

“Artinya dengan rendahnya Indeks Integritas itu, nanti seluruh camat, OPD, dan BUMD itu. Semua nanti, akan dibedah dan secara umum indikator yang membuat indeks integritas ini rendah akan dibedah untuk lebih baik,” imbuhnya.

Baca Juga  Panen Tebu Rakyat Diduga Lamban

Dengan rendahnya Indeks Integritas ini, nantinya Itqon yang juga sebagai Ketua DPRD Jember. Akan memberikan instruksi kepada seluruh ketua-ketua komisi di DPRD Jember.

“Untuk kemudian, nanti saat hearing (RDP). Agar disampaikan kepada seluruh mitra OPD, secara berkelanjutan. Kalau perlu tanyakan, masukan kamu ke bupati apa? Kamu menyarankan apa saja ke bupati. Harus itu, agar bisa diinventarisir apa kendala dan persoalannya. Apa saja titik lemahnya kita bidik dan sorot itu,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam rapat Monev KPK RI di Jember. Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK RI, Brigadir Jenderal Polisi Bahtiar Ujang Purnama menyampaikan jika Indeks Integritas Pemkab Jember rendah.

Dengan rendahnya Indeks Integritas itu, Ujang menyampaikan tiga poin yang perlu mendapat perhatian untuk ditingkatkan dan mendapat evaluasi.

Diantaranya, segera melakukan seritifikasi aset milik Pemkab Jember, mendorong kinerja dari ASN di lingkungan Pemkab Jember, dan juga menekankan kinerja dari Inspektorat Jember. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakBroadway Barbershop Cabang Ke-6 Kris Kencana Diresmikan Wakil Wali Kota Surabaya
Artikulli tjetërWarga Desa Jubung Terima BLT dari DBHCHT

Tinggalkan Balasan