Ketua PMII Jember: Kami Tidak Ada Masalah dengan Polisi, Tapi Bupati

80

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Aksi saling dorong antara Polisi dengan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Jember hingga membuat sejumlah mahasiswa harus menjalani perawatan medis tidak seharusnya terjadi.

Bahkan sebelum bentrok Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal memediasi dan dalam aksi tadi menengahi persoalan yang dihadapi para pengunjuk rasa.

Hal ini diakui oleh Ketua Cabang PMII Jember Ahmad Hamdi Hidayatullah usai bertemu dengan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal di RSU PTP Kaliwates, Selasa malam (15/10/2019) saat menjenguk Latif salah satu mahasiswa yang menjadi korban aksi dorong.

“Terjadinya aksi tadi itu tidak ada niatan untuk bentrok dengan polisi. Karena yang kami lakukan adalah untuk menyampaikan aspirasi mewakili masyarakat Jember untuk menemui Bupati Faida,” kata Hamdi saat konfrensi pers.

Baca Juga  Biasa Beraksi di Merr juga Kenjeran Surabaya, Dua Begal Dibekuk

“Tapi mahasiswa tidak kunjung ditemui (bupati). Sehingga itu yang menyulut emosi dari sahabat-sahabat PMII,” lanjutnya.

Hamdi juga menghimbau rekan-rekannya untuk tidak terprovokasi. “Saya pun juga meminta kepada seluruh pengurus cabang PMII di seluruh Indonesia, untuk tidak terprovokasi atas kejadian tadi. Karena ini murni untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat,” ungkapnya.

Loading...

Terkait tuntutan peraturan mengenai rencana detail tata ruang (RDTR) dan penetapan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA), lanjut pria yang juga mahasiswa Unej itu, diharapkan segera ada tindak lanjut dan menjadi perhatian Bupati Jember Faida.

“Hal itu harus segera dilakukan bupati Jember,” tegasnya.

Menurut Hamdi, terjadinya aksi dorong yang kemudian berakhir dengan kesalahpahaman dan bentrokan antara polisi dan mahasiswa PMII Jember, tidak seharusnya terjadi.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Hadiri Deklarasi Jejaring Panca Mandala

“Karena aksi ini, adalah aksi damai. Tapi kemudian terbakar (emosi) karena tidak kunjung ditemui Bupati Jember. Bahkan bupati (yang diketahuinya) ada di dalam kantor (Pemkab) tidak direspon baik (dengan menemui mahasiswa yang sudah menunggu lama di luar),” ungkapnya.

Hamdi yang saat ditemui sedang menemani rekannya di rumah sakit karena menjadi korban bentrokan dalam aksi tadi, mengaku berterima kasih dengan sikap humanisme dari pihak kepolisian.

“Dengan adanya Pak Kapolres kami harapkan untuk terus mendampingi kami, untuk segera menyampaikan kepada bupati tentang RDTR juga GTRA. Juga kami sepakat untuk melaporkan persoalan ini, tapi intinya tidak ada niatan terjadi bentrokan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakPasangan Muda di Banyuwangi Kompak Mencuri, Ini Sebabnya…
Artikulli tjetërKepala Desa Terpilih di 113 Desa Dalam Pilkades Serentak Pacitan 2019

Tinggalkan Balasan