JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Saat membacakan pandangan akhir Fraksi PDIP di Rapat Paripurna Penetapan Perda RPJMD Jember,Kamis (9/92021) juru bicara Tabroni meminta Bupati Hendy Siswanto melepaskan semua jabatan yang disandangnya di semua yayasan milik pemerintah maupun swasta.

“Kami menemukan satu data satu fakta bahwa saudara bupati ketua umum yayasan atau pengurus yayasan,” kata Tabroni sebelum turun dari podium.

Tabroni kemudian menjelaskan, berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah ada larang kepada bupati kepala daerah untuk merangkap jabatan sebagai ketua yayasan apapun.

“Tidak diperbolehkan bupati menjadi pengurus yayasan. Oleh karena itu kami meminta bupati harus melepaskan semua jabatan di mana pun sebagai pengurus yayasan.

Baca Juga  Kapten Pelayaran Nahkodai PDP Kahyangan Jember
Loading...

Permintaan Tabroni tersebut disampaikan setelah beberapa saat lalu sejumlah elemen masyarakat melakukan hearing atau rapat dengar pendapat dengan Komisi A. Elemen masyarakat tersebut mempermasalahkan posisi Hendy Siswanto secara pribadi sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Moch Sroedji yang menaungi Universitas Moch Sroedji.

Terkait hal tersebut, Bupati Hendy Siswanto ternyata langsung meresponnya. Berdasarkan pengakuannya di depan awak media usai sidang paripurna penetapan Perda RPJMD, Hendy mengatakan dirinya telah mundur dari jabatannya sebagai ketua Yayasan Pendidikan Moch Sroedji.

Pengunduran diri dilakukannya sejak tanggal 1 September 2021 lalu.

“Sudah saya sudah mengundurkan diri tanggal 1. (Universitas) Mochammad Sroedji itu sekolah saya, saya berkewajiban membesarkan sekolah saya,”katanya.

Baca Juga  Gerai Rapid Tes Antigen di Banyuwangi Menjamur Lagi

“Tapi karena (sekarang saya menjadi) kepala daerah maka tidak boleh katanya ya sudah mundur saja,” sambungnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaGelaran Bakti Sosial Akademi TNI Angkatan Laut Sambut HUT ke-76 TNI AL
Berita berikutnyaPeringati Bulan Bakti, DPC Partai Demokrat Bangkalan Bagikan Sembako

Tinggalkan Balasan