Keren! Kesenian Banyuwangi Raih Prestasi dalam Festival Musik Tradisional Indonesia 2020

Kesenian Banyuwangi meraih prestasi Nasional (Istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Kesenian Banyuwangi kembali menorehkan prestasi yang gemilang. Kali ini, musik yang digarap oleh seniman muda Bumi Blambangan ini berhasil masuk ranking 10 besar dalam festival musik tradisional Indonesia 2020.

Ya, Adlin Mustika Alam, seniman muda asal Desa Pasinan, Kecamatan Singojuruh ini mengatakan, sesuai tahapan tidaklah mudah dicapainya, hal itu lantaran harus melewati fase yang sangat sulit.

Menurutnya, sebelum masuk dalam kategori Nasional, karyanya ini harus memenangkan terlebih dulu dalam tingkat Provinsi yang jumlah pesertanya kurang lebih 105 peserta. Meski lomba ini diadakan dalam bentuk virtual, musik gamelan khas Banyuwangi-an tersebut nampaknya sangat menggugah tim penilai terkesima.

Sebelumnya, karya Adlin yang berjudul ‘Suluk Tangkub’ juga berhasil mewakili Jawa timur. Bahkan, selanjutnya dilombakan kembali melawan Provinsi lainnya. Setidaknya, ada 34 Provinsi yang mengikuti lomba tersebut.

“Banyak sekali tahapan yang harus ditempuh, Alhamdulillah proses dan jerih payah ini terbayarkan sudah,” kata Adlin Mustika Alam, Sabtu (15/8/2020).

Predikat itu, lanjut Adlin, Kurator Fetival Musik Tradisional Indonesia 2020 meloloskan Komposisi ‘Damar Suluh’ karya Adlin Mustika dari Sanggar Tari Gandrung Arum, Cluring masuk nominasi 10 besar tingkat Nasional.

Ketetapan tersebut tertuang dalam berita acara Hasil Kurasi Tahap Kedua, Festival Musik Tradisional Indonesia 2020, Nomor: 0819/F3/KB2020. Kuratornya sendiri terdiri dari seniman seniman musik senior Indonesia, seperti Sudirman, Sulistiya S. Tirtokusumo, Jabatin Bangun, Gilang Ramadhan, Satria Dharma, Suhendi Afyanto dan Embi C Noer.

Loading...

Adlin, pemuda jebolan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya ini menjelaskan, konsep ‘Damar Suluh’ karya yang lolos 10 besar ini tidak terlalu jauh dengan ‘Suluk Tangkub’ yang lolos mewakili Provinsi Jawa Timur. Sumber pijakan merupakan karya musik Banyuwangi, dengan nilai-nilai pada seni tradisi Gandrung.

“Gandrung salah satu ikon Banyuwangi , harus dipertahankan serta di lestarikan. Saya dalam mewujudkan karya musik ini, dimaksudkan agar bisa memberikan sentuhan rasa, serta memberikan inovasi dalam merangsang untuk menjadikan sebuah karya yang lebih kreatif,” papar Adlin.

Dalam proses berkesenian tradisi, Adlin mengaku kerap gelisah untuk terus menghadirkan yang baru. Namun gagasan-gagasannya, terkadang sulit diterima di internal sendiri.

“Semoga dengan karya ini bisa memberikan nilai positif dan bermanfaat bagi semua seniman,” jelas Adlin.

Sementara itu, Pimpinan Sanggar tari Gandrung Arum, Suko Prayitno mengaku sangat bangga atas perolehan prestasi kemenangan ini. Pihaknya, berharap kepada semua elemen masyarakat Banyuwangi bisa mendukung kesenian Bumi Blambangan menjadi pemenang.

“Kami mohon dukungan serta doa restu agar karya dari sanggar kami masuk nominasi terbaik,” tegas Suko, sapaan akrab Seniman Senior Bumi Blambangan ini.

Selain itu, masi Suko, selalu mensuport kegiatan yang berbau kesenian. Menurutnya, anak-anaknya ini sudah berhasil dalam berlomba, akan tetapi pihaknya harus tetap berbenah diri serta memberikan inspirasi bagi karya yang akan kami tuangkan ke masyarakat. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Berita sebelumya2 Anggota Satpol PP Blitar Positif Covid-19
Berita berikutnyaSatlantas Polrestabes Surabaya mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 75

Tinggalkan Balasan