Keren, IERC 2019 Banyuwangi-Bromo Balap Motor Trail Pertama Pakai Teknologi GPS

84
Pembalap Motor Trail ketika mengambil start

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Indonesia Enduro Rally Championship 2019 (IERC) Banyuwangi – Bromo, sebuah event balap motor trail pertama di Nusantara yang menggunakan sistem teknologi GPS satelit.

Dalam event perdana ini, ratusan rider dari segala penjuru tanah air, bakal menunggangi kuda besi mereka melintasi segala bentuk medan sejauh lebih dari 450 kilometer, Jum’at (1/11/2019) kemarin.

Selain diikuti oleh puluhan tim dari Indonesia, sejumlah negara lain, seperti Italia, Rumania, Malaysia juga mengikuti event balap motor yang lebih pantas disebut adventure ini.

“Dikatakan pertama di Indonesia, ini karena IERC 2019 Banyuwangi – Bromo, satu-satunya rally yang menggunakan GPS sebagai pemandu rutenya,” kata Ketua Panitia IERC 2019, Edy Kampang.

Didalam alat yang disebut tracker itu, lanjutnya, telah tersimpan data rute perjalanan, yang berfungsi sebagai pemandu sekaligus alat untuk menyimpan data. Secara otomatis, dari alat tersebut mampu merecord waktu yang ditempuh dari masing-masing tim. Sehingga, skor untuk tiap tim langsung diaplikasikan secara real-time.

Baca Juga  Diduga Dendam Lama, Ivan Ditusuk Sangkur Hingga Tewas

“Selain itu, tracker dapat melaporkan segala bentuk macam pelanggaran. Seperti melenceng dari jalur atau nerabas (potong jalur). Bahkan ini juga berfungsi untuk menyampaikan informasi jika ada riders yang mengalami keadaan emergency,” jelasnya.

Disini tidak asal main gas saja, masih Edy, karena mereka bakal melaju atas nama tim. Dalam satu tim terdiri dari 3 orang, sedangkan untuk aturannya, pemenang akan ditentukan dari jumlah total waktu yang didapat. Otomatis, mereka harus melakukan start bertiga dan finish juga bertiga.

“Apabila ada anggota yang terkendala atau berhenti dijalan, yang kita harapkan adalah kerjasama tim. Karena jika melanggar, pinalti akan dibebankan pada tim, bukan per orangnya,” paparnya kepada wartawan.

Loading...

Untuk jalur sendiri, secara keseluruhan dibagi menjadi 3 etape, selama 3 hari. Dimana, masing-masing etape memiliki ciri khas tersendiri. Misalnya saja, etape pertama, start di kecamatan Glagah dan finish di wilayah Kecamatan Kalibaru. Dimana, sekitar 95 persen etape pertama merupakan track off-road dengan kategori medan ekstrim.

Baca Juga  Dulu Meninggal Dinyatakan Covid, Giliran Tanya Dana Bantuan Katanya PDP, Kok Bisa ?

“Hari kedua dari Kalibaru finish di Lumajang, ini rute on-road. Sedangkan etape terakhir, dari lumajang finish di Bromo, ini juga merupakan rute off-road ekstrim,” ujar Edy.

Alasan dipilihnya Banyuwangi dan Probolinggo sebagai lintasan IERC 2019 ini, karena Jawa Timur masih menjadi icon event di Indonesia. Selain itu, di Jatim ada dua destinasi yang populer hingga ditingkat internasional. Yakni, Gunung Ijen dan di Gunung Bromo.

“Selain ada titik safe zone, yang memungkinkan mereka untuk berfoto dan berkuliner, dalam lintasan pun mereka akan melewati rute-rute wisata,” tandasnya.

“Ya semoga saja para pembalap ini tidak kepincut keindahannya dan justru memilih berwisata daripada melanjutkan perjalanan,” tambah Edy. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan