Keren, Daftar di SMAN Darussholah Singojuruh Banyuwangi, Ada Biaya Rp 4 Juta Lebih

637
Tanda bukti pendaftaran di SMA Negeri Darussholah, Singojuruh, Banyuwangi. (FOTO:istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB), di SMA Negeri Darussholah, Singojuruh, Banyuwangi, diduga dipungut biaya. Bahkan besaranya terbilang cukup fantastis, sekitar Rp 4,5 juta.

Pengakuan sejumlah calon wali murid, saat mengurus pendaftaran buah hati mereka langsung ditunjukan rincian pembiayaan. Meskipun putra putri mereka masih dalam proses mendaftar, alias belum pasti bisa diterima sebagai siswa.

Adapun menurut para orang tua calon wali murid, rincian biaya tersebut meliputi uang gedung Rp 2.000.000, uang seragam Rp 2.050.000, dan biaya bulanan selama tiga bulan. Dengan total sekitar Rp 4,5 jutaan.

“Kita tidak dikasih brosur rincian biaya, tapi hanya ditunjukan. Setelah kita melihat, oleh petugas pendaftaran map ditutup lagi,” kisah salah satu calon wali murid, Senin (8/6/2020).

Baca Juga  Ratusan Motor Hasil Curian Ngandang di Polda Jatim

Kemudian, orang tua calon wali murid diminta untuk membayar sejumlah uang. Disebut sebagai pembayaran titipan dari rincian biaya tersebut.

“Katanya untuk uang titipan, ya saya bayar, padahal anak saya hanya daftar sekolah saja, tidak mondok,” cetusnya.

“Dan pihak sekolah bilang bahwa terkait pembayaran tersebut akan dibahas pada rapat tanggal 15 Juni nanti,” imbuh si calon wali murid.

Loading...

Dikonfirmasi terpisah, Humas SMA Negeri Darussholah, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Bambang, menduga bahwa calon siswa tersebut mendaftar di jalur pondok pesantren. Meskipun calon wali murid disini hanya mendaftarkan sekolah anaknya, dan tidak untuk jalur pondok.

“Untuk jalur pondok itu ada dua, bermukin dan tidak bermukim,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Cabang Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Istu Handono, menegaskan bahwa pembayaran apapun tidak dibenarkan dilakukan oleh seluruh SMA Negeri di Banyuwangi, jika tanpa didasari musyawarah. Baik itu dilakukan terhadap siswa baru maupun siswa lama.

Baca Juga  Destinasi Wisata Bojonegoro Dilengkapi Kuliner Sebagai Penunjang

“Dana-sana yang dihimpun dari wali murid, dimungkinkan setelah ada komitmen antara wali murid, komite dan sekolah, sesuai PP No 48 Tahun 2006, PP No 17 Tahun 2010 dan Permendikbud No 75 Tahun 2016,” ucapnya.

Sebagai upaya pencegahan terjadinya pungutan liar dan penyalah gunaan jabatan di SMA Negeri, Istu meminta masyarakat untuk melapor.

“Dan kami yang akan melakukan investigasi, asessment serta mengambil tindakan,” tegas Isnu Handono terkait dugaan pungutan biaya pada calon wali murid dalam proses PPDB di SMA Negeri Darussholah, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakKapok!, Terhalang Portal Kampung Dua Jambret Ingusan Bonyok
Artikulli tjetërDi Surabaya Bandar Sabu Ditangkap Tukang Bakso Setelah Pemakai Ngoceh

Tinggalkan Balasan