Kepala Dinas Kesehatan Gresik Resmi Ditetapkan Tersangka Korupsi

60

GRESIK (kabarjawatimur.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik akhirnya resmi menetapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Gresik, Moh Nurul Dholam sebagai tersangka kasus dugaan pemotongan dana kapitasi BPJS Kesehatan yang sedianya diberikan kepada UPT Puskesmas.

Penetapan status tersangka ini diterbitkan pasca Nurul Dholam mangkir dari panggilan jaksa yang sedianya dijadwalkan hari ini (29/08/2018). Dia beralasan tidak hadir karena sakit dengan disertai surat keterangan yang diantar oleh tim penasehat hukumnya.

Kajari Gresik Pandoe Pramoe Kartika mengatakan, pihaknya sudah menaikkan status Nurul Dholam dari saksi menjadi tersangka. Hal ini ditandai dengan dilayangkannya surat panggilan sebagai tersangka terhitung hari ini.

“Hari ini sudah kita buatkan surat panggilan terhadap yang bersangkutan (Moh. Nurul Dholam) sebagai tersangka. Tadinya kita agendakan pemeriksaan untuk kedua kalinya tapi yang bersangkutan tidak hadir,” kata Pandoe Pramoe Kartika, Selasa (29/08/2018).

Baca Juga  Apes, Tinggal Untungnya Ditangkap Polisi

Pandoe menegaskan, ketidak hadirkan Nurul Dholam dalam pemeriksaan yang kedua kalinya ini dengan alasan sakit. “Tadi pagi penasehat hukumnya datang dengan mengantarkan surat keterangan sakit sehingga tidak bisa hadir dalam pemeriksaan,” pungkasnya.

Loading...

Kasi Pidsus Kejari Gresik Andre Dwi Subianto menambahkan, pihaknya langsung melakukan kroscek ke ruang medical chek-up RSUD Ibnu Sina Gresik, tempat dimana Nurul Dholam menjalani pemeriksaan medis.

“Setelah kita kroscek ke rumah sakit, ternyata dari keterangan dokter yang bersangkutan tidak ada indikasi penyakit yang serius seperti serangan jantung atau yang lain. Sehingga tidak diharuskan menjalani rawat inap,” ungkapnya.

Dalam kasus ini tersangka diduga melanggar Pasal 2 dan 3 UU no. 31 tahun 1999 dengan disertai Perubahan UU no. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Baca Juga  DPC Demokrat Bangkalan Didominasi Kader Muda

“Jadi ancaman hukumanya cukup berat yakni minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 milyar,” ujar Padoe Pramoe Kartika.

Teks foto : Kepala Dinkes Gresik Moh Nurul Dholam saat menjalani pemeriksaan perdananya di Kejari Gresik.

Reporter.   :  Farih

Editor.        :  Rusmiyanto

Loading...
Artikulli paraprakPegawai Food Court Royal Curi HP Pengunjung
Artikulli tjetërPengakuan Dua Jambret Belia di Surabaya yang dilumpuhkan Petugas

Tinggalkan Balasan