Kepala Desa Tanggungkramat Diduga Sekongkol dengan Sekdes dan Perangkat Terkait Jual Beli Tanah

191

JOMBANG, Kabarjawatimur.com-
Iwan arif Mustaqim warga Dusun Kramat Rt 003 Rw 002 Desa Tanggungkramat Kec. Ploso, Jombang yang tanah miliknya dengan nomor sertifikat 1166 seluas 512 M2 dijual oleh perangkat Desa setempat.

Tanah yang terletak di Dusun Kramat itu diduga dijual oleh Kepala Desa Tnggungkramat dengan modus bersengkongkol dengan Sekdes nya.

Iwan arif menjelaskan kepada wartawan ini bahwa awalnya memang dirinya akan menjual tanah miliknya yang terletajk di Dusun Kramat. Pada waktu itu mantan istrinya memang pernah menawarkan kepada Kepala Desa Tanggungkramat, Agus Hadi Suroso.

Namun ketika itu tidak ada kabarnya kelanjutanya, dan seiring waktu ketika ada pembeli  tanah lalu Iwan mencari sertifikat sudah tidak ada.

“Saya dengar kabar bahwa tanah saya  yang di duga  telah di jual oleh Kepala Desa Tanggung Kramat kepada  Sri Idayati yang seorang dokter,” kata Iwan.

Begitu mendengar tanahnya dijual, Iwan langsung ke rumah Sri Idayati di daerah Tapen, Jombang.

Ketika bertemu, Dokter itu menjawab telah membeli tanah tersebut dari pak Kepala Desa dengan menunjukkan suarat jual belinya.

Baca Juga  BMW Indonesia Sajikan X4 xDrive30i M Sport

“Anehnya kok ada tanda tangan saya, padahal saya tidak pernah tanda tangan dan menjual ke Bu Sri Idayati,” heran Iwan.

Surat jual beli itu ada kejanggalan  dan rekayasa dan yang menjadi saksi Perangkat Desa yang salah satunya Sekdes Tanggungkramat, Dodik dan Udiono.

Dengan kejadian ini Iwan berencana akan melaporkan masasalah ini Kepolisian karena dirinya tidak pernah menjual tanah tersebut kepada siapapun.

Loading...

Salah satu saksi  jual beli tanah tersebut Udiono, saat ditanya perihal jual beli tanah tersebut mengatakan, memang tanda tangan dulu waktu itu dirumahnya sudah disodori tulisan jual beli.

“Saya di suruh tanda tangan saja dan yang membawa surat jual beli kerumah, pak Anton  dan saya di suruh tanda tangan saja,” kata Udiono.

Terpisah Sekdes Tanggungkramat, Dodik H saat ditanya prihal jual beli tersebut via telpon menjelelaskan, memang pada waktu itu bu Sri Idayati ke Desa dan atas peritah pak Kepala Desa untuk jadi saksi.

“Saya tanda tangani memang, mas Iwan tidak ada karena waktu menadatangani mas Iwan sudah tanda tangan. Untuk lebih jelasnya tanya saja ke Pak Kepala Desa,”  jelas Dodik.

Baca Juga  Destinasi Wisata Bojonegoro Dilengkapi Kuliner Sebagai Penunjang

Selanjutnya wartawan ini bersama Iwan selaku pemilik tanah tersebut ke rumah Dokter untuk  menayakan perihal jual beli tanah tersebut.

Cerita bu Sri Idayati  yakni awalnya Anton suaminya mengatakan jika Lurah Agus Hadi (Duki) mau pinjam uang Rp. 125 juta.

Nantinya, 3 bulan dikembalikan, pak Lurah minta transaksi gadai tapi bu Dokter ini tidak mau.

Saat itu pak Lurah bilang jika ini tanah mas Iwan dan Lurah akan ikut menyerahkan uang ke Iwan langsung.

“Dan saya sudah di sodori  tanda tangan jual beli yang sudah ada tanda tangganya mas Iwan dan juga ada setepelnya pak Lurah,” jelas Bu Dokter.

Dengan permasalahan tersebut wartawan ini sudah berupaya konfirmasi dengan Kepala Desa Tanggungkramat tetapi sulit untuk di temui di kantor Desanya.(Slamet Wiyoto)

Teks foto : Bidang tanah yang diduga dijual perangkat Desa.

Editor : Eko

Loading...
Artikulli paraprakEmak Emak Embat Uang Arisan PKK, Tertangkap Setelah warga Melapor
Artikulli tjetërWarga Pagarbatu Saronggi Nikmati Bantuan Tandon Air Bersih dari KKKS EML

Tinggalkan Balasan