Kendalikan Bisnis Narkoba Jaringan Lapas, Siswa SMA di Surabaya Diciduk

222
Pelaku (bertopeng) pelajar kurir sabu yang diamankan

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Meski masih berstatus pelajar SMA duduk di kelas 2, namun pemuda ini sudah menjalankan bisnis mengedarkan sabu dari bandar jaringan Lapas Madiun.

Pelajar tersebut bernama, MS, (17 ) asal Jalan Banyu Urip Surabaya. Dia diamankan Unit Reskrim Polsek Tegalsari, bersama empat pelaku lainnya, Sabtu, 21 September 2019 Jam 19.00 WIB, di Jalan Kupang Krajan VI, Surabaya.

Empat pelaku lain yang diamankan, Yosia Delvia, (19) asal Jalan Banyu Urip Kidul Surabaya, M. Nur Irmanyah, (19) asal Jalan Kupang Praupan Surabaya, Ivan Adam (19) warga Jalan Kupang Gunung Surabaya dan Ainul (34) asal Jalan Kupang Praupan Surabaya.

Kepada petugas, MS mengaku
jika dirinya adalah kurir jaringan Lapas Madiun. Karena disebabkan kecanduan Game Mobile Legend (ML), hingga pelajar ini nekat terjun dalam jaringan Lapas.

Baca Juga  Bupati Bakar Semangat Atlit Bojonegoro, Final Bola Voley GMP Cup 2022

“Uang hasil menjual sabu untuk membeli data ponsel. Untuk main ML, kadang juga pakai agar kuat melek,” aku pelaku MS.

Pelajar kelas 2 SMA ini juga mengatakan jika tidak pernah ketemu dengan bandarnya, karena selalu memakai sistim ranjau dan chatt dulu sebelum transaksi.

Loading...

Sementara, Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy Surya Aditama, didampingi Kanit Reskrim Iptu Kenn mengatakan, setelah mendapatkan informasi terkait peredaran Narkotika, petugas bergerak melakukan penyelidikan.

Pelaku MS lebih dulu diamankan, dan dari hasil pengembangan empat pelaku lainnya akhirnya diamankan pula.

“Pelajar ini mengaku baru sebulan mengedarkan sabu. dari seseorang yang bernama Kancil (DPO). Dengan upah sebesar Rp. 50.000,- per klip,” sebut Rendy, Senin (7/10/2019).

Baca Juga  Pendidikan Akhlak Sebagai Perioritas MTs Plus Nabawi Kedungadem

Lanjut Kapolsek, ketika dilakukan penggeledahan, dari YD didapat 2 klip plastik berisi sabu seberat 0.37 gram dan 0.46 gram yang didapatkan
dari seseorang bernama Sigit (DPO).

“Pengakuan YD, Sigit juga berada di Lapas Madiun, YD sendiri mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 250.000,” tutup Rendy.

Hingga kini, kasus sabu yang melibatkan pelajar ini terus mendapat sorotan dan terus dikembangkan guna mengungkap pengedar diatasnya termasuk yang berada dalam Lapas.

Seluruh pelaku kini mendekam dibalik jeruji besi penjara di Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya.(*)

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakPolres Batu Amankan 15 Pengedar Sabu-Sabu, 3 Diantaranya Terancam Hukuman 20 Tahun
Artikulli tjetërKetua Komisi B DPRD: Tutup dan Segel Karaoke Camp’us 888 Jember!

Tinggalkan Balasan