Kemenhub No.11 Tahun 2021: Penumpang KA Jarak Jauh dan Menengah Wajib Periksa RT-PCR

7
Penumpang yang mengajukan pemeriksaan GeNose Test atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Aturan baru selama mengunakan transportasi Kereta Api untuk jarak menengah dan harus kembali diatur oleh Surat Edaran Kemnhub No.11 tahun 2021, aturan tersebut berlaku di masa PPKM yang dimulai pada tanggal 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

Penumpang kereta api mulai jarak Menengah dan Jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan bebas Covid-19 berupa hasil pemeriksaan GeNose Test atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR yang menyatakan Negatif Covid -19 sebagai syarat kesehatan bagi individu yang melakukan perjalanan.

Surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari pemeriksaan GeNose Test atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR tersebut, diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Dan catatan tambahan tidak wajib bagi penumpang dibawah 12 tahun.

Menanggapi aturan yang di keluarkan oleh Kemenhub RI para penumpang bisa dijalani secara bertahap. Seperti yang diutarakan oleh Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto menjelaskan, pada tahap awal, layanan tersebut rencananya akan disediakan di Stasiun Gambir dan Yogyakarta terlebih dahulu.

Baca Juga  SK Kenaikan Pangkat PNS, Bupati Bojonegoro Harapkan Peningkatan SDM

Layanan pemeriksaan GeNose Test di stasiun rencananya akan tersedia secara bertahap mulai 5 Februari 2021. Saat ini masih dalam tahap persiapan bersama pihak Universitas Gadjah Mada dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

Loading...

Sedangkan untuk PT KAI Daop 8 Surabaya telah menyediakan layanan Rapid Test Antigen di 5 Stasiun antara lain stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Mojokerto dan Sidoarjo.

Harga tes berkisar pada Rp105.000 dan penumpang yang ingin melakukan rapid test antigen di stasiun diharuskan menyiapkan tiket KA Jarak Menengah/Jauh atau kode booking yang sudah dibayarkan lunas dan kartu identitas asli.

Setiap penumpang kereta api jarah menengah dan jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang.

Baca Juga  Kembangkan Pariwisata Daerah, Menparekraf Apresiasi Kinerja Bupati Bojonegoro

Para penumpang juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung selama perjalanan. Juga selama perjalanannya kurang dari 2 jam tidak diperkenankan untuk makan dan minum, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

“KAI mendukung penuh kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api,” tutup Suprapto.

Reporter : Rusmiyanto

Loading...
Artikulli paraprakDirektorat Kerja Sama Keimigrasian Mengucapkan Selamat Hari Bhakti Imigrasi Ke-71
Artikulli tjetërGara-gara Jalan Licin, Motor Honda Vario Terseret Kereta Api Pandan Wangi

Tinggalkan Balasan