Kemenag Kabupaten Kediri Bantah Ada Pemotongan Dana BOS

90
Kantor Kemenang Kediri
Kantor Kemenang Kediri

KEDIRI (kabarjawatimur,com) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri membantah telah melakukan pemotongan BOS ( Bantuan Operasional Sekolah). Humas Kemenag Kabupaten Kediri Paolo Jose Ximenes ketika di konfirmasi melalui ponselnya mengatakan tidak ada pemotongan dana BOS. Sedangkan kehadiran Kasi Padma Kemenag, Enim Hartono ke Polres Kediri adalah untuk klarifikasi regulasi Dana BOS.

“Yang jelas tidak ada pemotongan dana bos, kasi pendma hadir di Polres Kediri untuk memenuhi undangan guna memberikan klarifikasi terkait regulasi yang mengatur dana BOS. Dan pak Kasi sudah menyampaikan secara terang benderang kepada petugas di polres” terang Paolo, Sabtu  (19/09/2020).

Terlepas dari penjelasan Humas Kemenag, pihak Satreskrim ( Satuan Reskrim) Polres Kediri, Jawa Timur terus melakukan pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus pemotongan kuota siswa penerima dana BOS untuk MA swasta di wilayah Kabupaten Kediri.

Baca Juga  Dorong Pertumbuhan Destinasi Desa Wisata, DPRD Gresik Siapkan Regulasi Baru

Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar mengatakan, “saat ini proses penyelidikan sudah berjalan. Ada beberapa orang yang diperiksa oleh Reskrim” ujar Gilang, Sabtu, (19/09/2020).

Loading...

Kabar tentang penyelewangan dana BOS seperti ini, beberapa waktu lalu sebenarnya pernah dibahas oleh Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa 8 September 2020.

Saat itu Yandri mempertanyakan laporan pemotongan dana BOS bagi sekolah madrasah di bawah naungan Kementerian Agama sebesar Rp100 ribu per siswa selama pandemi virus corona (Covid-19).

“Saya minta Pak Menag tak melakukan pemotongan (dana) BOS. Bahwa katanya tak ada pemotongan bos ternyata ini (pesan) Whatsapp-nya viral. Ini seperti kita anak tirikan madrasah swasta yang dipotong per siswa,” kata Yandri saat rapat kerja dengan Menteri Agama di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/09/2020).

Baca Juga  Dipecat PDI Perjuangan, Yusuf Widyatmoko Tetap Cinta Bung Karno

Yandri menyatakan kondisi madrasah di luar kondisi pandemi Covid-19 saja sudah mengalami kesulitan secara finansial. Kini penderitaan itu ditambah lagi dengan pemotongan dana BOS oleh Kemenag di tengah pandemi Covid-19.

Yandri menegaskan bahwa Komisi VIII sendiri tak pernah tahu dan menyetujui dana BOS madrasah di potong oleh Kemenag.

“Ini jadi seolah-olah Komisi VIII menyetujui pemotongan BOS per siswa. Gara-gara Rp2 triliun dipotong saya kira enggak punya otak. Enggak punya rasa kepedulian terhadap orang miskin,” kata dia.

Reporter : Prastowo

Editor: Rizky

Loading...

Tinggalkan Balasan