Kembalikan DBH, Kang Nyoto Tegaskan Tak Pangkas Dana Pendidikan

16

BOJONEGORO(Kabarjawatimur.com),- Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpaksa memangkas sejumlah program karena turunnya dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi dan adanya kelebihan bayar DBH migas.

Namun, anggaran untuk dana pendidikan tidak termasuk salah satu yang dipangkas.

“Sejak awal cara mengelola anggaran ada tanda bintang, mana yang lebih prioritas akan diutamakan. Khusus dana pendidikan tidak ada yang dipangkas,” ujar Bupati Bojonegoro, Suyoto beberapa waktu lalu.

Loading...

Pemangkasan itu salah satunya karena Dana Bagi Hasil (DBH) Migas tahun 2016 ditengarai kelebihan bayar. Sehingga, pemkab Bojonegoro harus mengembalikan kelebihan sebesar Rp550 miliar yang dibayar secara bertahap kepada Kementerian Keuangan.

Suyoto mengungkapkan jika adanya kelebihan bayar tersebut sehingga harus mengembalikan uang DBH Migas kepada pemerintah pusat.

Baca Juga  Sejumlah Tokoh Bahas Rancangan UU Anti Islamphobia

Namun DBH Migas yang diterima Pemkab Bojonegoro tersebut sudah dipakai untuk kebutuhan pembangunan daerah.

Reporter: Agus Kuprit, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakPatungan Beli Sabu, Dua Pemuda Ditangkap  
Artikulli tjetërJalan Raya Babat-Bojonegoro Kembali Telan Korban

Tinggalkan Balasan