Kekeringan Jadi Masalah Klasik di Bangkalan, 85 Desa di Droping Air Bersih

53
Bupati Bangkalan Saat Melapas Pemberangkatan Armada Air Bersih

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Sebanyak 85 desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ditetapkan sebagai daerah yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun 2020 ini.

Daerah berjuluk Kota Dzikir dan Sholawat itu pun kini ditetapkan dalam status tanggap darurat bencana alam kekeringan.

Kali ini Pemkab Bangkalan melakukan droping air bersih daerah terdampak yaitu, Desa Mandung, Kecamatan Kokop dan Desa Pangeleyan, Kecamatan Tanah Merah.

“Selanjutnya akan di distribusi untuk daerah-daerah kekeringan yang lain dan di tahun ini BPBD telah memetakan sebanyak 13 kecamatan dan 85 desa yang masuk dalam daerah potensi terdampak kekeringan,” ujar Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron usai pelepasan armada distribusi air bersih di pendopo Agung Bangkalan, Senin (31/8/2020).

Baca Juga  Ingat! Polisi Lalu Lintas Gelar Razia di Jatim, ini Sasaran Utama yang Dicari

Ra Latif mengungkapkan, untuk mengatasi masalah kekeringan itu, pihaknya sudah mendatangkan tim geologi untuk mencari titik-titik sumber air di daerah terdampak.

Loading...

Dia menambahkan, pada tahun 2021 daerah-daerah terdampak kekeringan akan dilakukan pengeboran sumber air bersih.

“Airnya nanti akan dimanfaatkan warga sekitar, bir tidak selalu kita droping air setiap musim kemarau,” katanya.

Untuk sementara, pihaknya akan melakukan droping air ke daerah terdampak agar masyarakat tidak kesulitan air. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang selalu dibutuhkan.

Selain itu, Ra Latif mengatakan bahwa pada tahun ini anggaran pengadaan air bersih yang melekat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan sebesar Rp 100 juta. Sementara, anggran yang melekat di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan untuk kebutuhan yang sama sebesar Rp 75 juta.

Baca Juga  Sepi Orderan, Wanita LC ini Malah Dipenjara

“Bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih tinggal lapor ke kepala desa atau kecamatan setempat,” tandasnya. (*)

Reporter: Rusdi

Loading...

Tinggalkan Balasan