Kehadiran Ketua PWNU Jatim di Ponpes Qomaruddin untuk Pemantapan NU Bukan Mendukung Paslon

1257
Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuqi Mustamar usai menghadiri acara silaturrahmi dan pemantapan ke-NU-an di Ponpes Qomaruddin, Bungah, Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Kehadiran Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuqi Mustasar dalam acara Silaturrahmi dan Pemantapan Ke-NU-an/Keaswajaan di Ponpes Qomaruddin Bungah, Gresik pada Sabtu (8/8/2020) bukan berarti memberi dukungan terhadap pasangan calon Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan Aminatun Habibah (Neng Min).

KH Marzuqi pun keberatan bila kehadirannya dinilai memberi isyarat dukungan terhadap salah satu calon bupati di Gresik seperti berita yang dimuat di kabarjawatimur.com berjudul ‘Ketua PWNU Jatim Isyaratkan Dukungan ke Gus Yani – Neng Min’.

“Saya hadir benar-benar untuk memantapkan ke-NU-an dan menghormati undangan dari para kyai : KH Mahfudz Maksum, KH Robbah Maksum, KH Iklil, dan KH Mukhtar Jamil dan lain-lain,” tutur KH Marzuqi, Minggu (9/8/2020).

Baca Juga  PKB Pacitan: Butuh Percepatan, Penyusupan Cabup Itu Isu Pembodohan Publik

Dia menegaskan, bahwa saat hadir dalam acara tersebut dirinya tidak pernah menyatakan dukungan terhadap pasangan calon manapun di Pilkada Gresik. Baik terhadap paslon Moh Qosim – Asluchul Alif maupun paslon Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah.

Loading...

“Tidak benar kalau saya datang itu sebagai bentuk dukungan ke salah satu calon. Karena sebelumnya saya juga pernah datang ketika diundang Pak Qosim. Intinya saya ingin menjaga kerukunan dan keutuhan di Pilkada serentak ini,” ujarnya.

Sebelumnya, beliau menyatakan dalam organisasi NU ada mekanisme istikhoroh sebelum menentukan dukungan terhadap pasangan calon di pilkada serentak kali ini. Namun ada kriteria yang ditekankan yakni calon pemimpin harus mementingkan kemaslahatan umat.

Baca Juga  Pemuda Pancasila Sepakat Menangkan Paslon 'NIAT' di Pilbup Gresik

“Untuk benar-benar mana yang paling maslahat di NU ada mekanisme istikhoroh. Jadi ada baiknya siapa calon yang paling pas untuk Ahlus Sunnah di Gresik, Lamongan, Jember dan Banyuwangi itu selain kiai-kiai musyawarah juga istikhoroh,” katanya usai menghadiri acara di Ponpes Qomaruddin, Sabtu (8/8/2020). (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan