Kegagalan Pencairan Dana DAK, DPRD Bojonegoro Waspada Pencairan Tahun Ini

0

Bojonegoro, (kabarjawatimur.com) – Kejadian gagalnya pencairan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan Rp 13 miliar untuk 19 sekolah tahun lalu melalui mekanisme kontraktual atau menggandeng rekanan. Membuat Dinas Pendidikan Bojonegoro tahun ini merubah mekanisme tersebut, dengan memberikan dana transfer dari pusat sistem swakelola, sehingga dikerjakan pihak sekolah sendiri. Senin (20/6/2022).

Tahun ini, sejumlah sekolah di Bojonegoro bakal menerima DAK untuk perbaikan ruangkelas. DPRD Bojonegoro mendesak dinas pendidikan (disdik) untuk waspada gagal cairnya DAK, seperti tahun lalu supaya tidak terulang lagi.

Kabid Pendidikan Dasar Disdik Bojonegoro Fatkhur Rochim mengatakan, tahun ini perbaikan ruang kelas melalui DAK masih ada. Namun, pengerjaannya tidak dilakukan seperti tahun lalu.

Baca Juga  Tim Jember Draw dengan Malang, Bupati Hendy : Terlalu Semangat Tapi Sportivitas Ada

Tahun ini pengerjaannya dilakukan secara swakelola, yakni dikerjakan sendiri oleh pihak sekolah. Itu berbeda dengan tahun lalu yang dikerjakan rekanan.

Loading...

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto mengatakan, tahun lalu ada 19 sekolah yang gagal menerima pencairan DAK. Padahal, sekolah itu sudah dalam proses pembangunan.

“Kondisi itu membuat rekanan yang mengerjakan proyek perbaikan sekolah jadi cemas. Ini sangat tidak baik. Meskipun akhirnya diganti dengan alokasi dana dari APBD,” jelasnya.

Dilanjutkanya, bahwa kejadian gagal cair DAK itu jangan sampai terulang tahun ini. Evaluasi terhadap pencairan DAK harus dilakukan secara menyeluruh. Sehingga, permasalahan teknis terkait pencairan DAK bisa diatasi.

“Tahun lalu total DAK yang gagal cair sebesar Rp 13 miliar Dana itu seharusnya digunakan untuk perbaikan ruangkelas SD dan SMP, Selain itu, perbaikan ruang di RSUD Sumberrejo.” ungkapnya.

Baca Juga  Akomodir Tuntutan Warga Mengare, JIIPE Gresik Minta Jeda Waktu 3 Hari

Kegagalan cairnya DAK itu membuat pemkab harus menggantinya dengan APBD. Sebab, perbaikan ruang kelas dengan anggaran DAK sudah dikerjakan rekanan. Pengerjaanya dilakukan lelang melalui halaman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). (*)

Reporter: Aziz.

Loading...
Artikulli paraprakKata Cok Sebabkan Bapak Satu Anak ini Tebaskan Celurit

Tinggalkan Balasan