Keenakan Tinggal di Surabaya sampai Lupa Izin Tinggal Habis, WNA Turki Dipulangkan

6
imigrasi surabaya
Yuksel Ozkaya (dua dari kiri) dikawal petugas Imigrasi Surabaya untuk diantar ke Bandara Juanda sampai naik ke dalam pesawat.

SIDOARJO (Kabarjawatimur.com)
WNA asal Turki, Yuksel Ozkaya (70), tinggal di kawasan Surabaya Selatan, tak sadar jika izin tinggal di Indonesia sudah habis. Bersama istrinya orang Indonesia, ia datang ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya untuk melakukan perpanjangan izin tinggal.

Setelah dilakukan pemeriksaan dokumen, ternyata izin tinggal atas pemilik paspor nomor U 02873065 itu telah melebihi 60 hari. Sesuai ketentuan Pasal 78 ayat (3) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Yuksel dikenakan tindakan administrasi keimigrasian (TAK) berupa pendeportasian.

“Dia sudah dideportasi pada hari Selasa (23/3) lalu, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, ” ujar Fajar Maula, Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Rabu (24/3).

Baca Juga  Kadiv Propam: Kami Sayang Anggota, Tindak Tegas Yang Melanggar

Lanjut Fajar, Yuksel dipulangkan melalui Bandara Internasional Juanda dengan pesawat Scoot Airline kode penerbangan TR 265 tujuan Surabaya-Singapura pukul 09.55. Selanjutnya diteruskan dengan pesawat Singapore Airline kode penerbangan SQ 392 tujuan Singapura – Istanbul, Turki pukul 01.50.

Loading...

“Hampir setahun lebih tinggal di Surabaya, penjamin Yuksel istrinya. Karena sudah berumur, kita tidak lakukan pendetenian. Di samping juga Istrinya juga kooperatif,” sambung Fajar.

Terpisah, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Is Edy Ekoputranto menambahkan, selama tahun 2020, sudah dilakukan 39 tindakan administrasi keimigrasian (TAK) terhadap orang asing di wilayah hukum Kanimsus Surabaya.

“Untuk tahun 2020, sekitar 39 WNA yang sudah kita deportasi selama bulan Januari sampai bulan Desember. Untuk tindakan projustitia, nol tindakan. Sedang di tahun 2021 sampai bulan Maret ini, sudah 11 tindakan WNA yang dideportasi. Untuk projustitia sama, nihil,” ujar Is Eko.

Baca Juga  Imigrasi Berikan Bantuan Uang dan Logistik bagi Korban Erupsi Semeru

Menurutnya, dalam mengatatasi permasalahan yang menyangkut dengan pelanggaran WNA di masa pandemi, imigrasi terus melakukan pengawasan persuasif dan pendekatan edukatif lebih diutamakan.

“Karena memang mengingat situasi ini sifatnya sama dengan keadaan force majeure atau diakibatkan oleh bencana alam virus corona yang melanda dunia. Yang mana tujuannya untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional,” pungkas mantan Kakanim Jakarta Pusat ini. (*)

Reporter: Boy
Editor: Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaGegara Laju Motornya Dipotong, Driver Ojol Pukul Pengguna Jalan
Berita berikutnyaRakernis SSDM Polri, Kapolri Tekankan Pemanfaatan Teknologi Menuju Era 4.0

Tinggalkan Balasan