BANGKALAN,(Kabarjawatimur.com)- Sejumlah pemuda mengatasnamakan lumbung informasi rakyat (Lira) Bangkalan melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dinas Perikanan setempat, Rabu 15 September 2021.

Didepan kantor Dinas Perikanan mereka bergantian menyampaikan aspirasi dan mempertanyakan perihal program pengadaan jaring bagi nelayan yang tidak terealisasi pada tahun 2020 lalu. Padahal pengadaan jaring ikan itu telah dianggarkan sebesar Rp 1,2 miliar.

“Kenapa anggaran itu tidak diserap, kasian para nelayan yang membutuhkan bantuan jaring, apalagi ditengah pandemi,” teriak Makmun Imron korlap aksi saat orasi.

Selain itu pendemo juga menanyakan program pembudidaya ikan lele bagi masyarakat, sebab mereka khawatir program tersebut tidak tepat sasaran. Disamping itu mereka juga mempertanyakan kepemilikan aset hibah yang ada di Dinas Perikanan Bangkalan.

Baca Juga  Maling Motor yang Nyaru Jadi Ojol Dihajar Warga Pakuwon City
Loading...

“Dinas harus lebih transparan dalam merealisasikan program dan kepemilikan aset,” tambahnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangkalan Muhammad Zaini membenarkan jika pihaknya tidak menyerap anggaran pengadaan bubu jaring ikan dengan jumlah anggaran senilai Rp 1,2 miliar.

Hal itu disebabkan adanya surat edaran dari Kementerian Keungan, Kementerian Dalam Negeri, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang melarang melakukan pengadaan barang ditengah pandemi.

“Jadi kami tidak bisa melanggar aturan itu, karena aturannya begitu,” katanya.

Selain itu Zaini menyampaikan bahwa pihaknya akan memenuhi segala tuntutan para pendemo termasuk permintaan data aset hibah yang ada di Dinas Perikanan. “Akan kita penuhi, karena ini tugas dan tanggungjawab saya,” tutupnya. (*)

Baca Juga  Pemkab Jember Siapkan 1200 Aset Diukur BPN Didampingi KPK

Reporter: Rusdi

Loading...
Berita sebelumyaDi Sebatik, Taruna AAL Satlat KJK 2021 Kunjungi Patok 3 Tapal Batas Indonesia-Malaysia

Tinggalkan Balasan