ilustrasi

BOJONEGORO, (Kabarjawatimur.com) – Permasalahan Covid-19 masih menjadi PR bagi pemerintah, beberapa upaya pencegahan pun terus gencar dilakukan, salah satunya dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 untuk wilayah Jawa dan Bali.

Namun upaya tersebut belum sepenuhnya bisa berjalan dibeberapa wilayah di Kabupaten Bojonegoro, pasalnya masih saja banyak kita jumpai kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan massa.

Seperti yang terlihat di Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, nampak salah satu warga tetap nekat menggelar hajatan secara terbuka, meski menggunakan protokol kesehatan namun hal tersebut tetap beresiko dan berpotensi menjadi klaster penyebaran virus covid-19.

Disisi lain, para petugas terkait seperti satgas PPKM desa, gugus desa maupun Pemerintah Desa, terkesan diam dan melakukan pembiaran adanya kegiatan yang berpotensi menjadi klaster tersebut.

Baca Juga  295 Kendaraan Bermotor di Rupbasan Surabaya Dirampas Negara Selama 2021

Saat dikonfirmasi awak media, Pemerintah Desa (Pemdes) Kandangan menolak jika pihaknya dikatakan melakukan pembiaran, karena telah memberi sosialisasi kepada seluruh warga terkait penerapan PPKM saat ini, termasuk kebijakan Pemerintah Daerah yang mengatur adanya kegiatan masyarakat.

Loading...

“Kami sudah memberitahu dan menyampaikan jauh jauh hari mas, karena kami juga tidak mau mengambil resiko,” ucap Tamban, Kepala Desa Kandangan, Jumat (30/07/2021).

Selanjutnya, saat ditanyakan mengapa kegiatan tersebut tetap bisa berlangsung dan bagaimana jika dikemudian hari benar-benar menjadi klaster penularan covid-19, Tamban hanya menjawab singkat bahwa pihaknya sudah mengingatkan dan memberi pemahaman kepada warga.

“Semoga aman saja mas, yang penting kami pemerintah desa kandangan sudah melaksanakan tugas untuk menyampaikan aturan-aturan yang berkaitan dengan hal tersebut,” pungkas Kades sembari meninggalkan wartawan.

Baca Juga  Dokkes Polres Magetan Gelar Vaksinasi Massal 750 Dosis Tahap II

Sementara itu, diketahui bersama bahwa Kabupaten Bojonegoro sendiri tengah mengikuti perpanjangan PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021 mendatang, dimana sesuai surat edaran Bupati terdapat poin poin tertentu yang mengatur tentang kegiatan masyarakat.

Surat edaran nomor 800/3107/412.202/2021, tertanggal 21 Juli 2021 : C) Kritikal no 10 yaitu Pelaksanaan pernikahan ditiadakan selama penerapan resepsi PPKM dan no 14 yaitu Segala bentuk aktivitas/kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan ditunda.

Reporter: Pradah

Loading...
Berita sebelumyaInalilahi! Bocah 6 Tahun Meninggal Dalam Rumah yang Terbakar
Berita berikutnyaKapolres Pamekasan Pantau Giat Vaksin Presisi Mobile di Pasar Tradisional

Tinggalkan Balasan