Kasus Sumbangan Ala Keluarga Akidi Tio Pernah Terjadi di Jember

3492
Haduri Wijaya saat menandatangani MOU penyerahan bantuan kepada PMI Jember di depan Ketua PMI Jawa TImur dan Bupati Jember saat itu.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Keluarga Akidi Tio beberapa pekan terakhir menjadi perbincangan Nasional setelah media masa memberitakan acara penyerahan simbolis bantuan berupa uang yang jumlahnya fantastis sebesar Rp 2 Triliun kepada Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri.

Sumbangan uang sebesar itu tentu saja mengejutkan, pasalnya kiprah bisnis keluarga Akidi Tio tidak pernah terdengar dalam kancah dunia bisnis Nasional tiba-tiba memberikan bantuan pihak Polda Sumsel.

Penyerahan secara simbolis donasi, dilakukan Heriyati, anak mendiang Akidi Tio, yang juga diwakili oleh dokter pribadi keluarga Akidi Tio, Prof Hardi Darmawan, pada hari Senin (26/7/2021) pagi di Mapolda Sumsel.

Baca Juga:Anang-Ashanti Hampir Tertipu Ulah Sultan Jember Palsu

Bantuan secara simbolis tersebut diberikan Prof Hardi Darmawan dan Heriyati,kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, yang didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru.

Namun belakangan donasi yang rencananya untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 tersebut ternyata zonk belaka.

Bantuan tersebut hingga hari yang dijanjikan untuk pencairan yakni hari ini Senin (2/8/2021) tidak terwujud. Seluruh Indonesia kena prank oleh ulah keluarga Akidi Tio.

Baca Juga  Sebanyak 22 Partai di Jember, Hari Ini Sosialisasi Tahapan Pemilu dari KPU RI

Akibatnya, Heriyati dan Prof Hardi Darmawan digelandang ke Mapolda Sumsel untuk dimintai keterangan.

Polisi menduga Heriyati melakukan tindakan penipuan, Senin siang (2/8/2021).
Kasus penipuan berkedok filantropi ini sebenarnya pernah terjadi di Kabupaten Jember. Korbannya Palang Merah Indonesia Jember.

Loading...

Terungkapnya kasus ini berawal dari keluarga artis Anang Hermansyah dan Ashanty yang melakukan transaksi pembelian rumah dengan sepasang suami istri yang mengaku sebagai ‘Sultan Jember’.

Sang ‘Sultan Jember’ tersebut membeli rumah keluarga Anang-Ashanty seharga Rp 40 Miliar tanpa ditawar. Bahkan saat itu Ashanty sempat mengunggah cerita transaksi dalam akun youtube nya.

Namun belakangan lewat akun youtube tersebut Ashanty curhat telah menjadi korban penipuan oleh pasangan suami istri tersebut. Hingga hari H penyerahan uang pasangan tersebut tidak pernah muncul menyerahkan uang.

Agar percaya, calon pembeli rumah Anang-Ashanty yang mengaku bernama Haduri Wijaya bin Mustofa-Rita Hapsari Ningtyas, mengaku kepada keluarga artis tersebut pernah menyumbang PMI Jember dan PMI Jawa Timur.

Baca Juga  Tebu Tidak Diangkat Diduga Mengalami Kerugian, Berikut Penjelasannya

Bahkan penandatanganan sumbangan bernilai Rp 16 M dan Rp 200 M dilakukan di depan Bupati Faida dan Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo pada bulan Desember 2019 lalu.

Saat itu untuk memastikan kebenaran pengakuan pasangan penipu ini, Ashanty sempat menelpon Humas PMI Jember Gufron Evyan untuk memastikan apakah bantuan itu diterima pihak PMI, pasalnya kedua orang itu mengaku memberikan sumbangan miliaran kepada PMI.

“Iya Ashanti sempat menelpon saya menanyakan sumbangan itu,” kata Gufron kepada awak media,18 Juli 2021.

Kepada Ashanty, Gufron mengatakan bahwa sumbangan itu tidak pernah diterima pihak PMI Jember.

”Ya saya jawab sumbangan yang diberitakan itu tidak pernah datang,” pungkas Gufron.

Kedua kasus tersebut hendaknya menjadi pelajaran kepada semua pihak terutama jika sumbangan tersebut akan diberikan kepada lembaga pemerintah.

Pihak yang akan menerima bantuan dari perorangan ataupun lembaga wajib menelusuri rekam jejak dari si penyumbang. Agar tidak menanggung rugi atau malu karena telah menjadi korban pelaku penipuan. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakPendukung Ingatkan Bupati ‘Ipuk’ Banyuwangi Soal Kebijakan Proyek Pabrikasi U-Ditch
Artikulli tjetërPPKM Diperpanjang Seminggu Lagi, Hingga 9 Agustus

Tinggalkan Balasan