Kasus Bos SPI, Merdeka Sirait: Agar Polda Segera Menahan Tersangka

108
Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-JE, bos Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang ajukan praperadilan berakhir dengan niet ontvankelijke verklaard, atau hakim menolak gugatan yang diajukan oleh pihak JE.

“Pembuktian dari pemohon untuk Praperadilan ini, putusannya Ditolak,” kata Hakim Martin Ginting di Ruang Cakra, PN Surabaya, Senin (24/01/2022).

Usai persidangan, Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait mengatakan jika keputusan hakim sudah benar dan putusan yang diambil oleh Hakim Ginting bisa dijadikan contoh ketika ada kasus yang serupa.

“Keadilan itu harus tepat sasaran. Untuk itu kedatangan Komnas PA di Pengadilan Negeri Surabaya ini bertujuan mengikuti informasi akan digelar sidang putusan Praperadilan,” terangnya.

Loading...
Baca Juga  Jatanras Datangi Rumah Korban Gigitan Anjing Milik Tetangga yang Diduga Juga Mengancam

Lanjut Aris, hasil tersebut merupakan hadiah untuk anak-anak Indonesia yang sedang memperjuangkan haknya.

“Hari ini sudah ditunggu-tunggu. Hari ini adalah hadiah untuk anak Indonesia dengan hasil yang dibacakan memuaskan,” katanya.

Arist menambahkan, jika setelah putusan ini dibacakan, pihaknya meminta pihak berwajib segera mengamankan tersangka, agar tak menghilangkan jejak maupun lari. “Saya minta dan memohon agar Polda segera menahan tersangka,” harapnya.

Sementara itu, Penasihat Hukum JE, Jefry Simatupang, mengatakan dengan putusan tersebut pihaknya masih akan mengupayakan menempuh jalur hukum selanjutnya.

“Kita masih pikir-pikir, dan kemungkinan kembali akan mengajukan pra selanjutnya,” tutup Jefry.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakWujud Empati, Bupati Bojonegoro Sambangi Korban Tanggul Kali Ingas
Artikulli tjetërNinja Xpress Ciptakan Creative Business Solution Guna Dorong Produktivitas UKM Jatim

Tinggalkan Balasan