Kasus BOP TPQ, Kajari Bojonegoro Ingatkan Para Saksi

88

BOJONEGORO, (Kabarjawatimur.com)- Kasus dugaan pemotongan bantuan operasional pendidikan (BOP) taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kabupaten Bojonegoro terus bergulir di meja hijau.

Pada Selasa 15 Maret 2022 kemarin, Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya kembali melaksanakan persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi A De Charge atau saksi peringanan terdakwa Shodikin.

Pada sidang tersebut majelis hakim mengundang Ada 7 orang saksi, diantaranya: Ainur Rofik (Sekretaris FKPQ Kab. Bojonegoro), Syaifudin (Ketua FKPQ Kec. Margomulyo/ Kortan), Siti Bariyah (Kepala TPQ Al Fatiih Kec. Margomulyo), Cipto (Kepala TPQ Kec. Malo), M. Chosbaliyah (Kortan Kec. Kapas), Fathur Rohman (Kepala TPQ Kec. Kapas), dan Syamsul Hadi (Kepala TPQ Kec. Kapas).

Namun sampai akhir persidangan hanya 3 (tiga) orang saksi yang berhasil dimintai keterangannya dan sidang dinyatakan ditutup. Sehingga Majelis mengagendakan sidang berikutnya pada hari Kamis mendatang.

Baca Juga  Disdukcapil Sumenep Buka Layanan Jemput Bola Bagi Penyandang Disabilitas, Lansia dan ODGJ

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bojonegoro Bapak Badrut Tamam menyayangkan salah satu keterangan saksi yakni Syaifuddin yang mengatakan tidak ada pemotongan dalam pemberian dana BOP. Dan dirinya merasa ditekan oleh jaksa penyidik saat pemeriksaan di kecamatan.

Loading...

Padahal, kata Badrut selama penyidikan berlangsung para jaksa atau penyidik telah bekerja secara profesional dan proporsional. Sehingga ia membantah jika penyidik melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum.

“Kami juga mempersilahkan kepada saksi siapapun untuk memberikan keterangan menurut apa yang ia ketahui dan apa yang saksi alami sendiri jika memang sesuai faktanya,” katanya.

Namun, Badrut mengingatkan bahwa setiap saksi disumpah saat akan memeberikan keterangan, dan sumpahnya akan dimintai pertanggungjawaban kelak diakhirat. Maka dari pihaknya berharap saksi harus memberi keterangan sesuai fakta sebenarnya dan jangan sampai mengada-ada.

Baca Juga  Pengedar Soccah Bangkalan Dibekuk, Segini Barang Buktinya

Pria kelahiran Pamekasan Madura itu tetap berkeyakinan bahwa jaksa penuntut umum (JPU) mampu membuktikan sesuai dengan apa yang didakwakan. Sehingga upaya dari sebagian saksi yang menerangkan tidak sesuai fakta tidak akan berpengaruh terhadap pembuktian yang telah dilakukan oleh JPU.

“Karena sebagian besar saksi-saksi yang telah di hadirkan oleh JPU telah membenarkan bahwa dalam pemberian Dana BOP TPA/ TPQ se-Kabupaten Bojonegoro di Masa COVID ada potongan sebesar Rp 1 juta di masing-masing TPQ/ TPA penerima,” tutupnya.

Reporter: Rusdi

Loading...
Artikulli paraprakPemkab Jember Pasang Larangan Penambangan di 10 Lokasi eks HPL
Artikulli tjetërНаслаждайтесь игорным азартные игры бесплатно без регистрации заведением Онлайн игры

Tinggalkan Balasan