Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)– Kombes Pol Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, S.H., S.I.K. Kapolrestabes Surabaya yang baru pernah mengungkap kasus besar pada tahun 2019, kala itu ia menjabat sebagai Dirreskrimsus Polda Jatim.

Sebelumnya menjabat orang nomor satu di Jajaran Polrestabes Surabaya, Yusep menjabat Dirreskrimsus lalu dimutasi ke Kabagrenmin Divkum Polri.

Hingga akhirnya Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram rahasia bernomor : ST/1506/VII/KEP./2021 Tanggal 26-07-2021. Kombes Pol Ahmad Yusep menggantikan Kombes Pol Jhonny Isir yang menjadi Wakapolda Selawesi Utara.

Tahun 2019 lalu, kasus Pertambangan Mineral dan Batubara ilegal berupa Mercury di Surabaya dan Sidoarjo berhasil diungkap anak buahnya di Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Jatim.

Baca Juga  Aniaya Anggota Polisi, Preman di Surabaya Dibekuk

Dari pengungkapan pertambangan Mineral dan Batubara itu, Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan 5 orang sebagai tersangkanya.

Kelima tersangka tersebut diantaranya, Agung Widjaja (41),warga Surabaya, Ali Bandi (49),warga Waralohi, Ahmad Hidayat (35), warga Sidoarjo, Agung (50), warga Hulu Sungai Selatan dan Muhmad Rafiq (35), warga Banjarmasin

Loading...

Mereka diamankan Polda Jatim, Sabtu, 6 Juli 2019 sekitar pukul 09.00 WIB. Anggota Subdit IV (Tipidter) Ditreskrimum Polda Jatim yang melakukan penyelidikan disebuah rumah yang berada di Sidoarjo.

Ditempat itu, petugas menemukan kegiatan pengemasan air raksa atau Mercury yang dilakukan tanpa disertai izin dan dilakukan oleh tersangka Agung Widjaja.

Dari ungkap kasus polisi berhasil mengamankan banyak barang bukti berupa, 16 botol Mercury tanpa label dengan berat 1 Kg, 104 botol isi Mercury berlebel Gold dengan berat 1 Kg, 1 tong sianida dengan berat 45 Kg.

Baca Juga  Tiba di Sei Pancang Nunukan, Taruna AAL Satlat KJK 2021 KRI Bima Suci Disambut Tarian Daerah

Diamankan juga, 4 karung isi nikel berat 57.Kg, 8 buah tutup botol kemasan Mercury, 1 timbangan digital, 1 bendel resi pengiran, 1 buku rekening BCA, 3 juerigen kapasitas 5 liter berisi Mercury berat masing-masing 36,9 Kg, 29,5 Kg dan 35,1Kg.

Mereka diduga melanggar Undang-Undang RI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral  dan Batu Baru Pasal 161 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumya11 PMI Positif Masuk Pusat Isolasi Terpusat Jember
Berita berikutnyaPolisi Sampang Dapat Reward Kapolda, Dinilai Sukses Tangani Covid-19

Tinggalkan Balasan