Kasi Pidum Kejari Pacitan: Kenali Hukum Jauhi Hukuman

63

Kasi Pidum Kejari Pacitan: Kenali Hukum Jauhi Hukuman

PACITAN, (Kabarjawatimur.com) – Salah satu kegiatan rutin per-semester yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan yakni memusnahkan barang bukti dari perkara tindak pidana umum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah).

Kejari Pacitan pada Kamis (15/08/2019), telah melakukan pemusnahan barang bukti (BB) dari 17 perkara selama semester I yang sudah mempunyai kekuatan hukum. Pemusnahan BB yang dilakukan di halaman belakang Kejari Pacitan tersebut dengan cara di pecah dan dituangkan serta di bakar.

Berbagai barang bukti yang dimusnakan tersebut diantaranya berupa miras jenis ciu atau arak jowo, vodka, narkotika jenis sabu beserta sejumlah alat hisap, alat perjudian, dompet, tas, handpone, kamera digital, flashdisk, KTP dan sejumlah barang bukti lainnya.

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pacitan, Hery Wahyudi, SH., pemusnahan barang bukti tersebut telah mempunyai kekuatan hukum inkrah. “Ada 17 perkara di semester I Januari-Juni 2019. Tersangkanya rata-rata orang Pacitan,” ujarnya, seusai melakukan pemusnahan BB.

Baca Juga  Drama Solar Subsidi Di Lamongan, Begini Modusnya

Lebih lanjut Hery, perkara miras masih mendominasi. Hal itu dapat dilihat dari barang bukti yang dimusnahkan, yakni terdapat 15 jeriken 30 liter arak jowo, 10 dus miras jenis vodka yang berisi 241 botol.

Loading...

Kemudian 1 jerigen 30 liter berisi setengah arak jowo karena separuhnya telah diedarkan dan 19 buah botol arak jowo kapasitas 1,5 liter kosong serta 14 jeriken 30 liter kosong.

“Dari perkara miras jenis ciu tersebut,Terdapat 4 tersangka,3 orang selaku pemasok berasal dari Solo jawa tengah dan satu orang sebagai pengedar asal Pacitan. Sedangkan narkotika di tahun 2019 ini terdapat 2 perkara dari penangkapan di tahun 2018 dan putusan di tahun 2019,” jelasnya.

Baca Juga  Ada Yang Baru Nih di IFRC, PT BSI Optimis Bisa Kembangkan Digitalisasi

Pihaknya berpesan kepada masyarakat terutama di Pacitan, untuk lebih mengenali hukum dan menjauhi hukuman.“Jadi, kalau orang sudah mengetahui hukum, secara otomatis orang itu akan berfikir ketika akan bertindak terkait pidana,” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Kasi Intel Kejari Pacitan Mirzantio menambahkan, jika pemusnahan BB merupakan salah satu bentuk mendorong kinerja reformasi birokrasi zona integritas Kejari Pacitan.

“Hal itu dalam mewujudkan lembaga penegakan hukum yang bersih, akuntabel dan berkinerja tinggi sehingga ada kepastian hukum terhadap BB yang telah memenuhi keputusan hukum tetap (inkrah),” pungkas Mirzantio.

Reporter: Yuan
Editor: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakBalita di Jember Penunggu Jenasah Ayahnya, Dirawat Budenya
Artikulli tjetërHUT RI 74 DPRD Pacitan

Tinggalkan Balasan