Karena Keluh Kesah Warga, Ini yang Dilakukan Mahasiswa UGM di Pacitan

72

PACITAN, (Kabarjawatimur.com) – Saat mendengar keluh kesah warga yang memelihara hewan ternak saat musim kemarau seperti saat ini, para mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yang sedang KKN ini langsung gerak cepat untuk mencari solusi agar bisa membantu masyarakat Desa Ploso yang kebanyakan berternak kambing dan sapi.

Melihat banyaknya sampah organik dilingkungan sekitar membuat para mahasiswa jurusan kimia dan kehutanan ini mencari info melalui internet terkait sampah organik.

Setelah melihat ada berita online terkait fermentasi sampah organik dijadikan pakan ternak membuat empat mahasiswa ini penasaran dan mencari alamat pembuat fermentasi tersebut.

Setelah tahu alamat rumah Ikhsan, mereka langsung bergegas. Saat sampai, mereka melihat dan praktek secara langsung pembuatan fermentasi sampah organik yang dijadikan pakan ternak.

Baca Juga  Selain Barbershop, Pria ini Juga Punya Kerja Sampingan

Namun, apa yang mereka lihat dan praktekkan saat belajar di Pak Ikhsan memotifasi mereka untuk mengajarkan ke warga masyarakat dimana tempat mereka KKN.

Mona salah satu mahasiswi UGM saat dikonfirmasi Kabarjawatimur.com mengatakan, jika sampah organik tentunya menjadi masalah yang perlu diatasi.

Sayangnya belum banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan atau mengolah sampah organik tersebut.

Loading...

Selain nilai jual rendah, sampah organik juga cepat membusuk dan menimbulkan bau yang tak sedap, sehingga mengganggu kenyamanan juga.

“Inilah yang menjadikan banyak masyarakat memilih langsung membuang sampah organik daripada memanfaatkannya,” ucapnya pada Jum’at (12/7/2019).

Lebih lanjut Mona menambahkan, hal ini yang mendorong para mahasiswa UGM yang sedang KKN di Kabupaten Pacitan yang bertempat di Desa Ploso, Kecamatan Punung.

Baca Juga  Korban Dugaan Penyerangan di Desa Kandangan Dipanggil Aparat Ditreskrimum Polda Jatim

“Untuk memanfaatkan sampah organik tersebut menjadi pakan ternak dengan belajar ke Pak Ikhsan yang beralamatkan di Desa Tulakan, Kecamatan Tulakan,” jelasnya.

Selanjutnya, para mahasiswa UGM ingin membuat sesuatu yang berguna bagi masyarakat, khususnya di wilayah Desa Ploso.

Diketahui, empat mahasiswa ini adalah Rafaela, Monalia, Exsa, dan Lisa. Berbekal pengetahuan yang mereka peroleh, dari Bapak Ahmad Ikhsan. Ke empat mahasiswa itu berencana akan langsung memperaktekannya saat kembali ke Desa Ploso.

Bahkan kemungkinan besar para mahasiswa ini dan perangkat Desa Ploso secepatnya akan mengundang Bapak Ikhsan untuk memberikan bimbingan lebih lanjut.

Reporter: Yuan
Editor: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakBeraksi Subuh, Satu Pemuda Dihajar Warga Satu Lainnya Kabur
Artikulli tjetërBuruh Tani Diciduk Polisi karena Hal ini

Tinggalkan Balasan