Karena Arisan, Ibu Muda di Surabaya ini Tega Jual Anak Ketiganya

50
Kasat Reskrim tunjukkan IG milik pelaku

SURABAYA, Kabarjawatimur.com-
Ibu muda asal Surabaya ini dibekuk Polisi dari Polrestabes Surabaya terkait kasus jual beli bayi lewat jejaring sosial Instgaram (IG).

Tersangkanya, Larissa Anggraeni (22) warga Jalan Bulak Rukem Timur 1A Surabaya. Ibu muda ini nekat menjual anak ketiganya yang baru saja dilahirkannya lewat seseorang yang dikenalnya lewat jejaring sosial.

Dalam penyelidikan, Larissa mengaku jika saat itu dirinya terpaksa menjual anak ketiganya tersebut karena sedang membutuhkan uang.

“Butuh uang untuk biaya hidup sehari-hari dan juga membayar arisan online,” aku pelaku Larissa.

Begitu ibu muda ini membutuhkan uang, dirinya membaca disalah satu IG yang menyebutkan bisa mencarikan ibu asuh (Adopsi) bayi untuk orang tua yang merasa tidak mampu.

Baca Juga  Rektor UTM Berikan Penghargaan pada Prodi, Dosen, Tendik dan Mahasiswa Berprestasi

Lalu pelaku ini mengenal tiga pelaku lainnya diantaranya pemilik akun IG, pembeli dan juga perantara yang juga ikut diamankan petugas.

Loading...

Tiga pelaku lainnya itu, Althon Prianto (29) asal Jalan Sawunggaling 1, Jemundo Sidoarjo, Sukawati (66) Bidan asal Kec. Abiansemal, Badung Bali dan Ni Nyoman Sirat (44) asal Sibang Kaja, Badung Bali.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, dengan membawa bayi tersebut mereka bertemu dengan tersangka bidan Sukawati di Bali, kemudian tersangka bidan menghubungi tersangka Nyoman Sirat selaku adopter.

“Saat. Itu, Nyoman Sirat menyerahkan uang Rp. 15 juta guna membeli bayi yang dijual oleh tersangka Prianto dan ibu bayi,” kata Sudamiran, Selasa (9/10/2018).

Baca Juga  Kembangkan Pariwisata Daerah, Menparekraf Apresiasi Kinerja Bupati Bojonegoro

“Mengadopsi anak itu boleh saja asal sesuai prosedur yakni pengadilan yang menentukan, bukan dengan jual beli,” tambah Sudamiran.

Usai dibekuk pada, Senin (8/10/2018), keempatnya langsung dijebloskan kedalam penjara karena melanggar Pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak, ancamannya penjara hingga 15 tahun.

Teka foto: Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menunjukan akun IG, jual beli bayi milik pelaku.

Reporter : Ekoyono
Editor : Rusmiyanto

Loading...
Artikulli paraprakResivis Pemilik Puluhan Gram Sabu Dibekuk Polres Tanjung Perak Surabaya
Artikulli tjetërPemerkosa Dan Penganiayaan WNA Inggris Dibekuk Polda Bali

Tinggalkan Balasan