Kapolda Jatim Datangi Lokasi Insiden Perahu Tenggelam Bengawan Solo

61
Kapolda Jatim saat berada dilokasi kejadian

TUBAN (Kabarjawatimur.com) – Insiden terbaliknya perahu penyeberangan di sungai Bengawan Solo pada Rabu (03/11/2021) kemarin, menarik empati dan menjadi perhatian Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol. Dr. Nico Afinta, S.I.K., S.H., M.H.

Dengan didampingi beberapa pejabat utama Polda dan Kapolres Tuban AKBP Darman, S.I.K., serta Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, hari ini Kapolda turun langsung ke lokasi kejadian untuk menyaksikan proses pencarian korban. Kamis (04/11/2021).

Saat dilokasi, Kapolda Jatim Nico Afinta menyampaikan bahwa dalam proses pencarian korban sudah dibentuk enam satuan tugas (satgas) yang akan melakukan penyusuran, baik di sungai maupun di daratan .

“Ada 6 satgas, 5 satgas akan melakukan penyusuran di perairan dan 1 satgas melakukan pencarian di daratan, kami juga akan mengedepankan masyarakat yang ada di sepanjang aliran sungai sampai ke bendungan kurang lebih 43 KM untuk membantu dalam melakukan penyisiran, dan mohon doanya mudah-mudahan korban segera bisa ditemukan,” ucap Kapolda.

Baca Juga  Warga Antusias Jalin Kemitraan Pakan Ternak dengan PT. Greenfields Indonesia
Loading...

Saat ditanya penyebab utama, Kapolda menjelaskan bahwa akibat derasnya arus sehingga perahu tidak mampu melintasi sungai dan akhirnya mengalami musibah terbalik dan tenggelam.

“Dari hasil olah TKP dan saksi yang melihat, penyebabnya adalah arus air yang sangat deras, kemudian perahu melintasi arus tersebut menyebabkan perahu terbalik dan mungkin diantaranya juga korban tidak bisa berenang” jelasnya kepada awak media.

Selain itu, Kapolda juga menyampaikan rasa prihatin atas terjadinya peristiwa tersebut, dan kedepan bersama pihak-pihak terkait akan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) kepada masyarakat yang akan melakukan penyeberangan.

“Tidak hanya manifes, tapi kelengkapan seperti pelampung juga harus dilengkapi sehingga penyeberangan itu bisa memenuhi standar yang telah ditentukan untuk orang bergerak diatas air, keselamatan diutamakan, kegiatan sosial masyarakat juga bisa berjalan,” pungkasnya.

Baca Juga  Mantan Bupati Sidoarjo Bebas Murni dari Lapas Porong

Hingga berita ini ditulis, dari jumlah 17 orang yang menjadi korban, sementara sudah ditemukan 10 orang selamat, 1 orang ditemukan meninggal dunia, dan 6 korban lainnya masih dalam pencarian.

Reporter : Pradah Tri W

Loading...
Berita sebelumyaJenazah Vanessa Angel Devakuasi ke RS Bhayangkara Surabaya
Berita berikutnyaGubernur AAL Hadiri Wisuda dan Tupdik 175 Perwira Dikreg Seskoal 2021

Tinggalkan Balasan