Kantor Advokat dan Developer di Joko Dolog Diduga Dibobol Maling

3
Kantor Pengacara di Taman Apsari Surabaya.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Kantor advokat dan perusahaan developer yang ada di Jalan Taman Apsari 11 (Joko Dolog) Surabaya diketahui dibobol maling.

Menurut Mirna, salah satu pengacara yang juga berkantor di gedung empat lantai itu kejadiannya sekitar pertengahan Maret 2021.

Ia juga mengatakan jika mendapat laporan dari ayahnya yang tak lain adalah Soeroso Mangoen Soebroto, legenda sepak bola Surabaya.

Gedung tersebut merupakan kantor bersama yang dibeli Soeroso untuk digunakan bersama beberapa putra putrinya dari 11 orang. Disana, Soeroso juga memiliki ruangan untuk kantor developer miliknya.

“Pada Bulan Maret 2021 saya mendapat telepon dari abah saya bahwa mas saya, tapi beda ibu yang bernama mas nanang datang di kantor taman apsari setelah dari tahun 2012 tidak pernah ke taman apsari lagi. saat dia datang di taman apsari, dia berbicara dengan pegawai abah saya dengan nada yang lumayan keras. intinya bilang bahwa kantor taman apsari adalah milik dia, semua adiknya tidak ada ijin ke dia untuk memakai kantor,” jelas Mirna, Senin (14/6/2021).

Setelah kejadian itu, Mirna kembali mendapat laporan jika kembali didatangi oleh beberapa orang tidak dikenal yang mengaku sebagai suruhan Nanang untuk mengambil barang di lantai 3 yang sebelumnya digunakan kantor oleh Nanang sebagai advokat.

Baca Juga  Bupati Siapkan Isolasi Covid-19 Terpusat Terpadu di Stadion Gejos Gresik

Alih-alih ke lantai 3, orang suruhan tersebut masuk ke lantai 2 dan mengambil AC di ruang kantor milik Soeroso.

“Orang yang masuk ruangan abah saya ini adalah suruhan dari mas nanang. orang ini ketika masuk kantor dan minta ijin ke pegawai abah, mau ke lantai 3 (ruang kantor ms nanang yang dari tahun 2012 tidak pernah didatangi dan ditempati lagi). tapi kok malah masuk ke ruangan abah saya di lantai 2 dan mengambil ac di ruangan itu. Padahal rungan itu dikunci dan tidak ada yang bisa masuk selain abah saya,” imbuhnya.

Loading...

Karena dianggap meresahkan, para pihak ahli waris yakni 10 dari 11 anak Soeroso menandatangani kesepakatan untuk menjual aset gedung yang ada di dekat pating Joko Dolog itu.

Surat itu kemudian dikirimkan ke Nanang di kantornya dan ponselnya sebagai surat digital.

“Dibaca sama mas Nanang. Mau kami surati tapi alamatnya tidak ada yang tahu. Sejak bercerai dengan istrinya. Alamat rumah yang baru kami tidak tahu,” tambahnya.

Baca Juga  Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Pasar Kapasan

Pasca disurati, Nanang kembali mendatangi kantor tersebut dan melakukan pengerusakan kunci gembok beserta plakat yang tertempel di bagian depan kantor.

Atas dasar itu, Mirna kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Genteng Surabaya atas dugaan pengerusakan dan pencurian.

Kuasa hukum Mirna, Abdul Malik menyayangkan aksi pengerusakan yang dilakukan oleh Nanang.

Menurut Malik, Nanang adalah seorang advokat yang juga tahu aturan hukum.

“Tentu menyayangkan aksi pengerusakan dan pencurian yang dilakuakn oleh seorang yang harusnya tahu hukum,” tegas Malik.

Malik juga berharap agar kepolisian lekas memproses laporan korban yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut.

Harapanya, polisi segera memproses hukum yang bersangkutan, karena orang yang tahu hukum dugaanya memain-mainkan hukum.

“Ini kan sudah ada saksi sepuluh orang dan ayahnya diperiksa. Ada bukti pernyataan juga terkait kepemilikan gedung itu,” tandasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Sutrisno membenarkan laporan dugaan pengerusakan dan pencurian yang terjadi di Jalan Taman Apsari 11 Surabaya itu.

“Benar sudah ada laporan. Kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pengerusakan dan pencurian di gedung tersebut,” tutupnya.(*)

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumyaKapolres Sampang: Satu Orang Bangkalan Reaktif Langsung Diputar Balik dengan Kawalan Petugas Polri
Berita berikutnyaForkopimda Cek Kesiapan Tempat Isolasi di Universitas Trunojoyo Madura

Tinggalkan Balasan