Kementerian ATR/BPN
Kepala Kantor Pertanahan Surabaya II, Lampri, A.ptnh, SH.MH menyerahkan sertifikat kepada Jumardi, Kepala Kantor Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Kantah Pertanahan Surabaya II menyerahkan 42 bidang sertifikat hak pakai program sertifikasi Barang Milik Negara (BMN) ke Kantor Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Rabu (8/7/2020).

Kepala Kantor Pertanahan Surabaya II Lampri, A.Ptnh, SH.MH mengatakan, sertifikasi atas nama Pemerintah Republik Indonsia Cq. Kementerian Perhubungan RI untuk tahun anggaran 2020 ini lebih cepat terselesaikan sebelum masa anggaran berakhir bulan Desember.

Kementerian ATR/BPN
Rombongan Kantah Surabaya II foto bersama dengan Kepala Kantor Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur dan DJKN Surabaya.

“Alhamdullilah penyelesaian sertifikat BMN ini lebih cepat. Untuk program BMN Kantah Surabaya II, kita menyelesaikannya seratus persen, 42 bidang sertipikat. Sebenarnya, akhir bulan Juni kemarin selesai. Namun, baru hari ini tadi kita serahkan,” ujar Lampri didampingi Fathurohim, Kasi Pengadaan Tanah Kantah Surabaya II.

Lanjut Lampri, luasan bidang tanah untuk jalur double track yang dilalui kereta api (KA) yang masuk di Kelurahan Gundih dan Kelurahan Tembok Dukuh dalam 42 sertifikat tersebut luasnya bervariasi dari luas mulai 9 M2.

Baca Juga  Tempat Hiburan Surabaya Buka Hingga Jam 12 Malam, Jika Melanggar Prokes Akan Ditutup 4 Bulan
Loading...

“Ke depan, kami mendorong ada MoU atau kerja sama dengan pihak KAI, yang tidak lagi harus menunggu program sertifikasi BMN. Karena memang, lahan yang dilalui kereta api di wilayah kerja kita cukup banyak,” harap mantan Kepala Kantor Pertanahan BPN Bojonegoro ini.

Sekedar diketahui, program sertifikasi BMN tahun anggaran 2020 ini diambilkan dari anggaran Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Kantor Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Jumardi, sangat berteimakasih dengan sinergitas yang telah dibangun bersama Kantah Surabaya II.

“Ini memang kerja sama antara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dengan dengan BPN dalam hal penyertifikatan barang milik negara. Kalau posisi Direktorat Jenderal Perkeretaapian diwakili Balai Perkeretaapian Jatim sebagai usernya. Jadi, kami yang mengelola aset itu supaya aset itu tertib administrasi. Makan dilakukn penyertifikatan,” ujar Jumardi.

Baca Juga  Onani Diatas Motor, Polisi Banyuwangi: Hasrat Seks Pelaku Tidak Tersalurkan

Lanjutnya, pemerintah melalui DJKN mempuanyai program sertifikasi barang milik negara secara gratis yang bekerjasama dengan BPN untuk kumpulan bidang tanah yang dulu dibebaskan.

“Yang diserahkan 42 sertifikat, yang merupakan kumpulan bidang-bidang yang dulu dibebaskan. Biasanya satu bidang, antar suangai atau jalan, terputus disitu. Untuk pengamanan, maka disertifikatkanlah,” urainya.

Menurutnya, lahan itu sudah digunakan, dimanfatakan, dan dipelihara. Karena menurut Jumardi, selama ini dilalui sebagai jalur kereta api.

“Setiap tahun, kita juga menggelotorkan uang seniali Rp 2 miliar untuk memelihara lahan itu. Sekali lagi, kami ucapkan terimakasih atas dukungan dari BPN surabaya II atas sinerginya. Ke depan, bisa kita tingkatkan kerja sama lebih baik lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Boy
Editor: Okin Dzulhilmy

Loading...
Berita sebelumyaBank BRI Akui Ambil Uang E-Warung Rp 140 Juta
Berita berikutnyaKabid Inteldakim Kanimsus Surabaya Dilantik Jadi Kepala Kantor Imigrasi Bandung

Tinggalkan Balasan