Kantah Surabaya II Serahkan 35 Sertifikat dan 93 Peta Bidang ke Pemkot

37
Badan Pertanahan Nasional
Kepala Kantor Pertanahan Surabaya II, Lampri A.Ptnh, SH, MH menerima penghargaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Kantor Pertanahan Surabaya II terus menjalin kerja sama dengan Pemkot Surabaya untuk membantu menyelamatkan aset-aset yang belum bersertifikat. Sebab, masih banyak aset pemkot yang berada di wilayah Surabaya II belum mengantongi sertifikat.

Kepala Kantor Pertanahan Surabaya II, Lampri A.Ptnh, SH. MH merasa senang bisa membantu Pemkot Surabaya untuk menyelamatkan aset-aset yang belum bersertifikat di wilayah kerja Surabaya II.

Musleh, Kasi Pengadaan Tanah Kantor Pertanahan Kota Surabaya I menerima penghargaan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

“Pada prinsipnya kami selalu mendukung. Tentu ini tidak bisa bekerja sendiri kami juga dibantu dengan Forpimda Surabaya,” ujar mantan Kepala Kantor Pertanahan Bojonegoro ini, Senin (14/9/2020).

Lanjut Lampri, ada beberapa aset pemkot yang berhasil diselesaikan oleh BPN Surabaya II. Contohnya pembebasan jalur lingkar luar timur (JLLT). Atas penghargaan itu, ia menngucapkan terima kasih kepada Wali Kota Tri Rismaharini.

“Saya sangat berterimakasih sekali atas penghargaan yang telah diberikan oleh Ibu Wali Kota. Kami berharap sinergitas ini terus berlanjut,” harapnya.

Baca Juga  Jelang Pilkada, Polisi di Blitar Gelar Deklarasi Patuh Protokol Kesehatan
Loading...

Dalam penyerahan itu, Kantah Surabaya II menyerahkan 35 sertifikat dan 93 peta bidang yang diserahkan kepada pemkot dalam acara serah terima kemarin yang diberikan langsung kepada Wali Kota.

Sementara itu, Pemkot Surabaya terus menyertifikatkan tanahnya demi pengamanan aset. Tahun ini, ada 172 aset Pemkot Surabaya berupa tanah yang keluar sertifikatnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mejelaskan, dari 172 sertifikat itu terdiri dari 137 bidang yang diterbitkan wilayah Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya 1, dan 35 bidang dari BPN Surabaya II.

“Bidang tersebut terdiri dari tanah aset yang dikelola oleh DPBT dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya,” beber Maria Theresia, Senin (14/9).

Maria Theresia ini menjelaskan, untuk aset yang dikelola DPBT bisanya dimanfaatkan untuk berbagai fasilitas publik, seperti Sentra Wisata Kuliner (SWK). Sementara itu, untuk tanah yang dikelola DPUBMP digunakan untuk membangun jalan dan saluran.

Baca Juga  Razia Masker di Tulungagung, Puluhan Pelanggar Dihukum Push Up

“Jadi setifikasi ini tetap dilaksanakan secara bertahap oleh pemkot. Hal itu disesuaikan dengan target pada masing-masing anggaran setiap tahunnya. Harapannya lebih banyak lagi sertifikasi tanah yang bisa diselesaikan oleh kantor pertanahan satu dan dua,” ungkap dia.

Untuk itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada BPN Surabaya wilayah I dan II. Penghargaan tersebut diberikan lantaran BPN telah bekerja keras membantu Pemkot Surabaya dalam penyelamatan aset.

Wali Kota Risma menyatakan akan membuat laporan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, bahwa Surabaya telah berhasil menangani berbagai persoalan aset. Meski begitu, pihaknya kembali meminta bantuan BPN dalam upaya menangani permasalahan aset ke depannya. (*)

Reporter: Boy
Editor: Gita Tamarin

Loading...

Tinggalkan Balasan