Kakanimsus Surabaya: Predikat WBBM Ini adalah Buah Kerja Keras Seluruh Pegawai

Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Is Edy Ekoputranto menunjukkan piagam penghargaan WBBM didampingi jajaran imigrasi.

SIDOARJO (Kabarjawatimur.com)
Berbagai perubahan dan inovasi yang sudah dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surabaya dalam melayani masyarakat, akhirnya membuahkan hasil cukup memuaskan. Senin (21/12/2020), Kanimsus Surabaya berhasil meraih predikat wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM), setelah sebelumnya di tahun 2019, Kanimsus Surabaya lebih dulu meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Bertempat di Aula Kantor Imigrasi Surabaya, di Jalan Juanda, Sidoarjo, segenap pimpinan dan pegawai mengikuti acara Gala Apresiasi dan Penganugerahan ZI WBK WBBM secara virtual yang disiarkan langsung dari Gedung Kemenpan-RB di Kuningan, Jakarta Selatan.

Dalam paparannya usai menerima penganugerahan, Kepala Kantor Is Edy Ekoputranto menyampaikan bahwa hasil ini merupakan kerja keras semua jajaran dalam pembangunan zona integritas (ZI) di lingkungan Kanim Surabaya.

“Predikat WBBM ini adalah buah kerja keras seluruh pegawai. Tanpa dukungan dan kerja keras seluruh pegawai, predikat WBBM ini pasti akan sulit didapatkan,” ujar Is Edy dalam sambutannya usai menerima penghargaan.

Loading...

Usai mengikuti kegiatan virtual apresiasi penganugerahan zona integritas, Kanim Surabaya juga melakukan pemberian penghargaan untuk pegawai teladan dan juga pegawai berprestasi di lingkungan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur.

“Mari kita pertahankan apa yang sudah kita raih dengan penuh perjuangan ini. Semoga amal baik kita semua diterima oleh Allah SWT,” sambung kakanim.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Kakanim meminta jajarannya tidak boleh kendor dan tetap semangat memberikan pelayanan Keimigrasian kepada masyarakat.

“Tetap pelayanan prima harus kita berikan kepada masyarakat dalam kondisi apapun. Di masa Covid-19 ini, berikan pelayanan kepada masyarakat dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditentukan. Tujuannya tidak lain untuk menghentikan laju penyebaran virus corona,” harap mantan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat ini. (*)

Reporter: Boy
Editor: Gita Tamarin

Loading...

Tinggalkan Balasan