Kangen-Kangenan, Pedangdut Lawas Surabaya Bentuk Komunitas D’Centhil

11
D Centhil
Komunitas D’Centhil Surabaya berkumpul di Kafe Selalu Rindu, Kedungsari Surabaya.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Beberapa artis dangdut Surabaya yang sempat populer di era 90-an membentuk komunitas D’Centhil, sebagai ajang silaturahmi sesama pedangdut lawas di kafe Selalu Rindu, Jalan Kedungsari, Selasa (19/1/2021) malam. Mereka adalah Diah suzan (owner kafe), Yanti Kristi, Anita Salam, Erna Mawarti, Hartika Sari, Fatmala Rizky, Nurul Safitri, Maya Kristina, dan Christine Sancoko.

“Hampir 10-15 tahun kami ini terpisah. Masing-masing sibuk dengan aktifvtas keluarga maupun ada proyek entertaintment di ibukota,” ujar Diah Suzan, penyanyi yang pernah mendapatkan nominator album dangdut terbaik versi AMI Awards tahun 2010 silam.

Terbayang kan, bagaimana sepak terjang mereka di masa itu? Nama-nama mereka sering menghiasi panggung dangdut baik dilayar kaca maupun tempat legendaris yang membesarkan nama mereka, Taman Remaja Surabaya (TRS) dan sejumlah kafe dangdut.

Baca Juga  Sosialisasi Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan, Bersama Dokter Anak dan Kominfo Bojonegoro

Tepatnya 22 November 2020 lalu, lewat kemudahan media sosial, terjadilah pertemuan pertamakali yang diprakarsai Anita Salam di Kedai Kopi 21 milik Hartikasari. Hingga tercetuslah kata D’ Centhil sebagai nama komunitas yang muncul dari ide Maya Kristina.

Loading...

“Untuk sementara aktivitas kami yang sudah berjalan selama kurun waktu 3 bulan ini, arisan rutin bulanan. Sambil mengumpulkan data lagi untuk menambah anggota baru,” sambung Maya Kristina, penyanyi  yang dulu pernah menghiasi kafe dangdut Permata Bambu Runcing.

Ke depan, misi dan visi mereka adalah bergerak di bidang sosial. Mereka ingin membantu sesama yang membutuhkan dengan kemampuan yang mereka miliki saat ini.

” Kami ingin berbagi dengan mengunjungi panti asuhan, panti jompo, atau tempat manapun yang bisa kami jangkau untuk sekedar memberikan kebahagian buat mereka yang membutuhkan,” papar Diah Suzan.

Baca Juga  Sosialisasi Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan, Bersama Dokter Anak dan Kominfo Bojonegoro

“Jika pandemi berakhir, kami segera gelar konser reuni. Tentunya sisi amal sodaqoh nya tetap harus dikedepankan,” sambung Erna Mawarti, penyanyi yang sampai sekarang masih aktif manggung dari kafe ke kafe.

Setidaknya, keberadaan komunitas D’Centhil bermanfaat sebagai ajang silaturahmi para pedangdut gaek, yang lebih banyak berfikir untuk kepentingan lingkungan, sosial, dan kemasyarakatan.

“Semoga mendapat dukungan dari semua pihak ya,” pungkas Anita Salam. (*)

Reporter: yus
Editor: Gita Tamarin

 

Loading...
Artikulli paraprakBeredar Info Loker Gojek Bulan Februari, Ini Faktanya
Artikulli tjetërTipu Gadis Banyuwangi, Pilot Gadungan ‘Ngaku’ Butuh Uang untuk Kebutuhan Sehari-hari

Tinggalkan Balasan