Kampung Roti Banyuwangi Antusias Sambut Program UMKM Naik Kelas ala Ipuk Fiestiandani

115
Ipuk Fiestiandani saat berkunjung ke pengusaha roti

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kampung Roti, Desa Gambiran Banyuwangi, antusias begitu mengetahui ada program “UMKM Naik Kelas” dari Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Di Desa Gambiran banyak usaha roti yang dikelola rumah tangga. Usaha rumahan itu telah berlangsung secara turun temurun. Nama merek rotinya juga berdasarkan nama pemiliknya. Seperti Aruma Bakery, Ratna Bakery, Jessica Bakery, dan lainnya.

“Usaha roti ini sudah ada sejak kakek saya. Ini usaha keluarga,” kata Miftahul Huda, pemilik Arum Bakery, Jumat (23/10/2020).

Huda mengatakan di tempat usahanya terdapat 50 pekerja. “Tiap hari kami bisa memproduksi 5.000 roti, untuk memenuhi kebutuhan di seluruh Banyuwangi,” kata Huda.

Huda sangat tertarik dengan program UMKM Naik Kelas yang diusung Ipuk.

“Di sini usaha rotinya masih secara tradisional secara turun temurun. Kami harap dengan program UMKM Naik Kelas yang diusung Bu Ipuk, usaha kami bisa berkembang dengan berbagai inovasi,” ucap Huda.

Baca Juga  Bupati Bojonegoro Cup 2022, Sembilan Cabor Akan Dipertandingkan

Huda berharap agar nantinya ketika Ipuk terpilih sebagai Bupati, usaha roti di kampungnya bisa menjadi lokasi pelatihan dan pendampingan.

“Kami ingin usaha kami bisa lebih berkembang lagi. Karena itu kami sangat menyambut positif program UMKM Naik Kelas dari Bu Ipuk. Kami ingin terlibat di dalam program tersebut,” pinta Huda.

Di tempat ini, Ipuk sempat mencicipi roti hasil buatan kampung roti ini.

Loading...

“Rotinya enak sekali. Ini menjadi potensi bagi kampung ini, untuk membuka lapangan kerja,” ujar Ipuk.

Ipuk mengatakan, dengan program UMKM Naik Kelas, para pelaku usaha roti di kampung ini bisa memanfaatkan berbagai fasilitas yang disiapkan. Seperti bantuan alat usaha, pendampingan, pelatihan, dan lainnya.

“Termasuk kami fasilitasi berbagai sertifikasi, misalnya kehalalan produk,” imbuhnya Ipuk.

Usaha rumahan lain, sambung Ipuk, juga akan difasilitasi seperti sertifikasi PIRT yang sangat penting sebagai bukti bahwa usaha makanan-minuman rumahan yang dijual memenuhi standar produk pangan yang berlaku.

Baca Juga  Ada Yang Baru Nih di IFRC, PT BSI Optimis Bisa Kembangkan Digitalisasi

Ipuk mengatakan, pada tahun pertama kepemimpinan jika diberi amanah, dia menargetkan bisa membawa 10.000 UMKM Naik Kelas.

“Gol dari program ini adalah peningkatan pendapatan UMKM sekaligus perluasan lapangan kerja dari UMKM-UMKM yang terus ekspansif. Termasuk di kampung roti ini,” jelas Ipuk.

Apalagi di masa pandemi seperti ini, Ipuk mengatakan yang dibutuhkan di masa pandemi ini adalah menggerakkan ekonomi arus bawah, yaitu UMKM.

Dalam konsep UMKM naik kelas ala Ipuk-Sugirah, setiap UMKM bakal mendapatkan berbagai fasilitas. Mulai pelatihan manajemen bisnis, akses modal bersubsidi, alat bantu produksi, sertifikasi (PIRT, Halal, BPOM, dan sebagainya), pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pemasaran online, branding (termasuk kemasan), fasilitasi pemasaran (business matching, dukungan marketplace nasional, dan lainnya), dan sebagainya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakGeger Dua Pria Kutisari Dibekuk, Polisi Temukan Buku Catatan
Artikulli tjetërPakai Kolor Hitam, Dua Pria ini Ngaku Agar Aman

Tinggalkan Balasan