Kampung Lalu Lintas ada di Surabaya, Sebelumnya di Cap Zona Merah

54
Kampung Lalu Lintas Wonocolo Surabaya

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Begitu di Cap Zona Merah Corona, warga Wonocolo RT 03 RW 05 Kelurahan Jemurwonosari Surabaya, membuat inovasi yakni ‘Kampung Lalu Lintas Steril Covid-19’.

Kampung Lalu Lintas tersebut dibuat agar warga Wonocolo terbebas dari virus corona. Dibuat gagasan itu setelah banyaknya warga yang terpapar hingga ada yang meninggal dunia dengan status PDP.

Ali (38) penggagas ‘Kampung Lalu Lintas Steril Covid’ menjelaskan, ide membuat kampung bertema lalu lintas karena dirinya tidak ingin banyak himbauan yang ditempel di tembok tanpa mengindahkan estetika.

“Saya pilih cara yang simpel atau ringkes dengan mengingatkan warga melalui rambu-rambu covid yang kita pasang di depan pintu masuk kampung,” jelas Ali, Minggu (2/8/2020).

Kenapa kampung lalu lintas, tambah Ali, Karena ada rambu-rambu covid yang kita bikin. Ada 3 rambu-rambu covid yang kita pasang di pintu masuk kampung, yakni dilarang masuk tanpa menggunkan masker, hati-hati jaga jarak minimal 1,5 meter dan dilarang berhenti mematuhi protokol covid.

Baca Juga  Tak Pakai Masker, Pasutri di Rogojampi Kena Sanksi Sosial Hafalkan Pancasila

“Rambu-rambu tersebut untuk mengingatkan warga betapa pentingnya menjaga diri dengan mematuhi protokol covid agar tidak menjadi pasien baru atau menambah daftar pasien rumah sakit,” terangnya.

Selain rambu-rambu covid, lanjut Ali, di “Kampung Lalu Lintas Steril Covid” yang berada di wilayah kampung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ini, juga dipasang traffic light covid di depan gang.

Loading...

“Dari tiga warna traffic light yang memiliki makna masing-masing, kita hanya nyalakan yang warna kuning dengan makna hati-hati. Artinya, hati-hati terhadap covid dan jangan pernah berhenti mematuhi protokol covid di masa pandemi ini,” lanjutnya.

Sementara Ahmad Maruf Ketua RT 03 RW 05 mengatakan, sebagai penggerak aksi sosial untuk mencegah penyebaran Covid-19, telah dibentuk “Tim Gugur Tugas”. Tim inilah yang bertugas menegur dan mengingatkan warga agar tetap mematuhi protokol Covid-19.

Baca Juga  Jual Dua Unit HP, Pria ini Malah Ditangkap Polisi

“Kita juga telah membentuk Tim Gugur Tugas yang dikoordinatori Ahmad Baidowi yang setiap hari bertugas di pos jaga. Kalau ada warga yang tidak mematuhi protokol covid seperti tidak mengenakan masker akan ditegur dan diingatkan,” terang Maruf, Minggu (2/8/2020).

Koordinator Tim Gugur Tugas Ahmad Baidowi menambahkan, di “Kampung Lalu Lintas Steril Covid” juga ada Area edukasi “Seputar Informasi Lalu Lintas Covid”.

“Semua update informasi tentang covid kita pampang di area edukasi dengan harapan warga tahu perkembangan seputar covid dan bahaya covid,” bebernya.

Adapun terwujudnya Kampung Lalu Lintas Steril Covid ini adalah swadaya warga dan juga dibantu beberapa rekan dari warga sekitar.

Terwujudnya kampung ini atas swadaya masyarakat yang juga dibantu beberapa rekan dari warga.(*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan