Kadis Disbudpar Surabaya Berikan Keterangan ‘Labil’ Terkait Perwali 33 Tahun 2020

321
Kepala Dinas Pariwisata Antiek Sugiarti

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Kembali para pekerja seni di rekreasi hiburan umum (RHU) akan melakukan aksi damai pada Rabu (5/8/2020) pagi di Balai kota Surabaya. Aksi damai yang digelar dengan berjumlah beberapa ratus orang dengan tuntutan yang di ajukan yaitu terkait Perwali 33 tahun 2020 Pasal 20.

Aksi damai susulan yang dilakukan para pekerja Seni hiburan pasca aksi damai dari para pekerja RHU pada Senin (3/8/2020) lalu, dikarenakan pihak Pemkot Surabaya masih tidak ada tangapan serius tentang pengajuan penghapusan atau revisi Perwali Surabaya 33 tahun 2020.

Hal tersebut diutarakan oleh Nurdin Longgari selaku Koordinator aksi Damai pekerja RHU pada Selasa (4/8/2020), “Aksi damai yang dilakukan oleh para pekerja seni hiburan menyusul setelah aksi kita kemarin, dan setelah aksi mereka maka pihak pekerja hiburan malam dan RHU akan kembali turun ke jalan bila belum ada respon dari Pemkot Surabaya,” ujarnya.

Baca Juga  Komisi III Minta Kapolri Jelaskan Alasan Pembentukan Pam Swakarsa

Selama aksi damai pada Senin (3/8/2020) lalu Walikota Surabaya Risma Triharini tidak bisa bertemu dengan Perwakilan para pekerja RHU, namun diwakilkan oleh Kapolrestabes Surabaya, Irvan Widiyanto selaku wakil Gugus tugas Covid-19 Surabaya dan Antiek Sugiarti selaku Kepala Dinas (Kadis) Dinas Kebudayana Pariwisata (Disbudpar) Surabaya.

Loading...

Interaksi antara para pekerja RHU dengan pihak Pemkot Surabaya, belum ada titik temu dimana Irvan Widiyanto masih akan menyampaikan pengajuan dan aspirasi para pekerja kepada ibu walikota Surabaya.
“Pengajuan yang disampaikan tentang revisi Perwali 33 tahun 2020 akan kami sampaikan ke ibu walikota,” ujar Irvan Widiyanto.

Pertanyaan terkait tebang pilihnya penutupan RHU juga dilontarkan oleh pekerja kepada Kadis Disbudpar Surabaya.
Pertanyaan tentang mengapa Hotel tidak di tutup seperti halnya Cafe dewasa, diskotik, Massange dan SPA?
Menurut para pekerja untuk hotel ataupun Home stay termasuk kategori adalah RHU, karena selama ini untuk perijinan Tanda Daftar Uaaha Pariwisata (TDUP) hotel di keluarkan oleh pihak Dinas Disbudpar Surabaya.

Baca Juga  Wanita Cantik Dibekuk Dalam Kamar Apartement di Surabaya, Jual Teman Lewat Online

Antiek Sugiarti selaku Kepala Dinas (Kadis) Disbudpar Surabaya memberikan jawaban bahwa hotel bukan masuk dari kategori RHU namun destinasi pariwisata.
Jawaban dari Kadis Disbudpar Surabaya menurut para pekerja sedikit menyimpang, karena Cafe, Diskotik, Massange dan SPA termasuk jenis usaha Destinasi wisata. Begitu juga usaha Hotel atau per hotel an juga masuk kategori usaha RHU.
Hal tersebut terbukti bahwa untuk usaha yang mengantongi TDUP antara lain adalah Cafe, Diskotik, Massange, SPA dan juga Hotel.
Sehingga Peryataan yang dilontarkan oleh Antiek Sugiarti terkesan mengada-ada dan tebang pilih.

Caption. : Kepala Dinas Pariwisata Antiek Sugiarti

Reporter. : Rusmiyanto

Loading...

Tinggalkan Balasan