Kades Tidak Transparan, Balai Desa Serah Panceng Digeruduk Puluhan Warga

866
Puluhan warga saat menunggu kedatangan Kades Serah di aula balai desa setempat.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Kantor Desa Serah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik tiba-tiba digeruduk puluhan warga. Kedatangan mereka dipicu oleh tidak transparannya kepala desa (Kades) Abdul Said dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Rupanya kedatangan warga kali ini tidak mendapat respon, dikarenakan sang kades tidak berani menampakkan batang hidungnya. Ditunggu warga hingga siang, Abdul Said tidak kunjung datang ke balai desa. Termasuk ponselnya juga dimatikan.

Heri salah seorang perwakilan warga setempat mengatakan, ada 4 proyek pembangunan yang dipertanyakan warga. Diantaranya soal pengeboran sumur, pembelian tanah wakaf, bangunan monumen segitiga, dan bangunan tempat pupuk Gapoktan.

“Semuanya dikerjakan tanpa melalui musyawarah desa. Kami sudah mencoba meminta penjelasan melalui BPD, tapi sampai tidak ada tanggapan. Makanya kami kesini ingin bertemu kades,” ujar Heri, Selasa (15/9/2020).

Baca Juga  Dewan Pers: Kemerdekaan Pers Tahun 2020 di Indonesia Cukup Bebas
Loading...

Melihat sikap kades seperti ini, lanjut Heri, warga pun kian kesal dan menyatakan tidak percaya dengan pemerintahan desa. Unek-unek warga lalu dituangkan di banner yanh bertuliskan ‘Aku wes gak percoyo karo pemerintah deso’.

Sejumlah personil TNI-Polri dan Satpol PP tampak bersiaga saat warga geruduk balai desa Serah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan warga.

Di tempat yang sama, Kapolsek Panceng AKP Daeng Jannah mengatakan, pihaknya sudah berupaya menghubungi Kades Abdul Said. Namun, upaya itu tidak ada jawaban sama sekali.

“Mungkin HPnya mati. Tadi juga saya sampaikan ke Pak Camat agar kades segera menemui warga. Supay persoalan seperti ini bisa terselesaikan,” kata Daeng Jannah. (*)

Baca Juga  PKB Pacitan: Butuh Percepatan, Penyusupan Cabup Itu Isu Pembodohan Publik

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan