Kabupaten Lamongan Canangkan Desa Pilot Project

23

Lamongan (kabarjawatimur.com) – Desa Karangwungulor Kecamatan Laren dicanangkan sebagai desa pilot project pelaksanaan gerakan keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana, Jum’at (12/1/2022) di balai Desa setempat. Pencanangan dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan Anis Yuhronur, Kepala Dinas Kesehatan serta kepala dinas terkait lainnya.

Dalam laporannya Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, Taufik Hidayat mengatakan terdapat 5 (lima) desa  yang dicanangkan sebagai desa pilot project, pelaksanaan gerakan keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana,  salah satunya Desa karangwungulor Kecamatan Laren. Menurut Taufik, penetapan desa pilot project melalui tahapan.

“Prosesnya button up, yakni dari desa yang selanjutnya dipilih oleh kecamatan untuk dibawah ke kabupaten, selanjutnya kabupaten yang menetapkan desa-desa mana yang dijadikan pilot project. Dari namanya pilot project sehingga desa-desa tersebut harus dapat menjadi contoh bagi desa lainnya dalam menangani masalah-masalah yang timbul baik masalah lingkungan, masalah ekonomi, masalah kesehatan maupun masalah lainnya,” terang Taufik.

Taufik menambahkan, untuk masalah kesehatan, gerakan keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana ini ditetapkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan  pada peduli stunting. Hal tersebut, menurut Taufik sangat tepat mengingat stunting merupakan masa depan kita semua, karena masa depan ada di anak-anak saat ini. Namun demikian lanjutnya, peduli –peduli lainnya, seperti peduli kesehatan ibu dan anak, peduli lingkungan juga peduli PHBS dan lainnya.

Baca Juga  Bupati Gresik Lantik 402 Pejabat dan Lebur Sejumlah OPD
Loading...

“Masa depan desa ini ada di tangan anak-anak saat ini, demikian juga kecamatan dan kabupaten masa depannya ada di tangan anak-anak sekarang ini, karenanya harus ada komitmen untuk membentuk generasi yang sehat generasi unggul salah satunya melalui peduli stunting,”kata Taufik.

Pada kesempatan yang sama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan Desa Karangwungulor sudah mampu membuat satu ekosistem, artinya semua elemen di desa bersatu mendukung gerakan peduli stunting. Hal tersebut nantinya akan mengundang desa-desa lain untuk datang melihat apa yang sudah dilakukan oleh Desa Karangwungulor.

Pak Yes menambahkan , penanganan stunting harus ada kolaborasi semua pihak termasuk OPD untuk terus menggairahkan kampanye pengentasan stunting supaya menjadi visi bersama untuk menuju Lamongan bebas stunting.

Baca Juga  Michael Harap Tidak Ada Kabar Menyesatkan Menjelang Musda Partai Demokrat

“Penanganan stunting ini penting untuk ke depannya akan lahir generasi-generasi yang tumbuh dengan fisik yang sehat,  tinggi  dan besar serta dinamis, karena tercukupinya gizi,” ujar Pak Yes.

Untuk itu, lanjut Pak Yes mendukung gerakan peduli stunting tersebutada beberapa gerakan diantaranya gerakan tambah darah (Gembirah) dan gerakan minum obat cacing  agar bebas dari cacingan. Pada kesempatan tersebut, Pak Yes juga menyinggung tentang pentingnya Sekolah Orang Tua Hebat sebagai pendukung gerakan keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan secara simbolis paket FE (obat cacing) untuk masyarakat, oleh Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Anis Yuhronur.  Adapun Lima desa pilot project antara lain Desa Karangwungulor Kecamatan Laren, Desa Deket Kulon Kecamatan Deket, Desa Sumberdadi Kecamatan Sukodadi, Desa Nguwok Kecamatan Modo dan Desa Jatidrojok Kecamatan Kedungpring.(*)

Reporter: Aziz

Foto: Pencanangan desa pilot project

Loading...
Berita sebelumyaBotol Bekas Permen Antar Pria di Surabaya ke Penjara
Berita berikutnyaAdies Kadir Ajak Pengurus Baru Makin Solid Memenangkan Airlangga Hartarto sebagai Presiden RI

Tinggalkan Balasan