Justice Colaborator Pasar Manggisan Divonis 5 Tahun Penjara, Istri: Tidak Adil, Suami Saya Dikorbankan

169

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa siang (15/9/2020) menggelar sidang putusan terkait kasus rasuah kasus rehabilitasi Pasar Manggisan, Kecamatan Tanggul, Jember.

Dalam persidangan majelis hakim menjatuhkan vonis 5 tahun dengan denda 200 juta rupiah subsider 2 bulan kurungan, serta uang pengganti sebesar Rp 92 juta kepada Muhammad Fariz Nur Hidayat.

Seperti diketahui Fariz adalah justice colaborator dan sempat meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK).

Namun nasib berbeda diterima terdakwa Irawan Sugeng Widodo atau Dodik, meski dalam persidangan terungkap adanya aliran dana senilai 3 milyar rupiah kepadanya, Dodik dijatuhi vonis bebas murni.

Perbedaan hukuman antara Fariz dan Dodik ini sangat disesalkan oleh Maya istri Fariz. Maya saat dikonfirmasi melalui telepon mengatakan tidak terima suaminya dihukum lebih berat dari pada Dodik yang notabene adalah atasan atau bos suaminya.”Sangat tidak adil ini pak,” kata Maya sembari menangis sesenggukan.

Baca Juga  Stok Darah Menipis, Ratusan Polisi Gelar Donor Darah

”Fariz tidak terima satu rupiahpun, kenapa harus Fariz. Karyawan PT Maksi (perusahaan milik Dodik) tidak hanya Fariz yang kerja. Kenapa harus Fariz, sedangkan Pak Dodik yang divonis bebas gimana maksudnya, padahal Pak Dodik yang punya perusahaan, Pak Dodik yang menikmati hasil pekerjaan,” lanjutnya.

Loading...

Maya juga mengatakan Dodik telah mengakui di depan majelis hakim jika yang merencanakan segala hal adala Dodik.”Padahal Pak Dodik di persidangan mengakui yang mendesain Pak Dodik semuanya Pak Dodik,” jelasnya.

Bahkan saat di persidangan Dodik juga telah menjelaskan jika Fariz hanyalah karyawan yang mendapat gaji dari perusahaan miliknya,sehingga seharusnya divonis ringan.”Pak Dodik juga menjelaskan Fariz hanya menerima gaji setiap bulannya. Kenapa hasilnya seperti ini, kenapa dibalik?. Seharusnya Fariz dihukum ringan,” kata Maya dengan nada bertanya.

Baca Juga  Wakapolda Jatim Terkesan dengan Kemajuan Banyuwangi

Dodik semestinya menurut Maya harus bertanggung jawab. Maya juga merasa suaminya dikorbankan.”Dari awal (Fariz) dikorbankan,”tuturnya.

Pihak keluarga akan melakukan banding untuk mencari keadilan.”Iya kami akan melakukan banding ini sudah sangat tidak adil,” tegas Maya.

Maya juga menjelaskan pihak LPSK juga merasa keputusan hakim sangat aneh.”LPSK juga hadir di Surabaya. LPSK juga mengatakan keputusan ini aneh,”jelasnya.

Selain kedua terdakwa, terdakwa lainya yakni Edi Sandi divonis 6 tahun dengan denda 200 juta subsider 2 bulan kurungan serta uang pengganti 1 milyar rupiah.

Sedangkan untuk terdakwa mantan Kadisperindag Anas Ma’ruf, dijatuhi vonis 4 tahun dengan denda 200 juta subsider 2 bulan kurungan. (*)

Reporter: Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan