Kerumunan massa di tenda tolak proyek geolistrik di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. FOTO: Istimewa

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, menganggap aktivitas kerumunan massa yang sering terjadi di tenda tolak proyek Geolistrik gunung Salakan di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi sangat berpotensi menjadi titik penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Itu sangat berpotensi,” tegas Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi, dr Wiji Lestariono, pada Jum’at (24/4/2020).

dr Wiji Lestariono, yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengaku sangat berharap kerumunan bisa segera diakhiri.

Seperti diketahui, guna menekan penyebaran Covid-19, Kapolri, Jenderal Polisi Idham Aziz, telah mengeluarkan Maklumat. Disitu ditekankan, segala bentuk kegiatan yang bersifat kerumunan massa dilarang selama bencana nasional Covid-19.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Program Rantang Kasih Pesanggaran, Camat dan Kades Sumberagung Saling Tuding

Namun faktanya, kerumunan massa ditenda tolak proyek Geolistrik gunung Salakan, masih tetap terjadi. Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona, kepolisian di Banyuwangi pun melakukan semacam inovasi terhadap Maklumat Kapolri. Massa tenda tidak dibubarkan, tapi dilengkapi dengan tandon air untuk cuci tangan dan hand sanitizer.

Loading...

Dengan begitu, warga tetap bisa berkumpul ditenda dengan bebas mengabaikan penerapan Physical Distancing Covid-19.

Seperti yang terjadi pada Rabu malam lalu (22/4/2020). Diperkirakan seratusan warga berkumpul tanpa menghiraukan jarak aman 1,5 meter. Dan petugas kepolisian bersama relawan Satgas Covid-19 Desa Sumberagung, memantau dari posko yang letaknya berdekatan.

Terkait hal ini, Kapolsek Pesanggaran, AKP Mujiono, tidak menjawab pertanyaan wawancara yang disampaikan wartawan. Tapi sebelumnya, dia menilai kerumunan yang terjadi ditenda tolak proyek Geolistrik gunung Salakan, berbeda dengan kerumunan yang dimaksud dalam Maklumat Kapolri. Menurutnya, kerumunan di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, tersebut adalah massa aksi. Bukan kerumunan massa.

Baca Juga  Soal Dugaan Korupsi, Camat Pesanggaran Banyuwangi 'Iming-Iming' Uang Wartawan

Dan larangan yang tertuang dalam Maklumat Kapolri berlaku untuk kerumunan massa. Sedang massa aksi tidak masuk dalam aktivitas yang dilarang.

Sementara itu, dikonfirmasi wartawan Camat Pesanggaran, Sugiyo Darmawan, juga menegaskan telah melarang aktivitas yang melibatkan massa. Bahkan, Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Pesanggaran ini juga telah menerbitkan surat imbauan resmi. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Berita sebelumyaKakanim Malang : Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan1441 H
Berita berikutnyaKemenkumham Riau Bagi Paket Sembako dan Masker

Tinggalkan Balasan