Jual Online Komodo, Delapan Pelaku Ditangkap Polda Jatim

78

SURABAYA, Kabarjatim.id-
Delapan pria pelaku penjualan hewan dilindungi berhasil dibekuk oleh Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jatim. Delapan pelaku dan dua DPO lainnya diduga terlibat jaringan Internasional.

Para pelakunya, M. Risal (24) asal Surabaya, AN (32) asal Surabaya, VS (32) asal NTT tinggal di Surabaya AW (35) asal Ambarawa, Jawa Tengah, RR (32) asal Surabaya, MR (30) asal Jember, BPH (22) asal Bondowoso, DD (26 ) asal Bondowoso

Mereka diamankan Unit Tipiter Polda jatim karena melanggar pelaku tindak pidana Konvensi Sumber Daya Alam dan Hayati yakni menjual beli satwa dilindungi melalui jejaring sosial atau online.

Adanya informasi tentang jual beli satwa yang dilindungi yang berada di Kota Surabaya, petugas lansung melakukan penyelidikan dan pengecekan di rumah sesuai dengan alamat yang dicurigai.

Saat dilokasi, ditemukan adanya satwa yang dilindungi dengan pemilik atas nama tersangka Rizal. Satwa-satwa tersebut akhirnya disita dan dikirim ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam guna kepentingan penyidikan.

Baca Juga  Korban Dugaan Penyerangan di Desa Kandangan Dipanggil Aparat Ditreskrimum Polda Jatim

Setelah dilakukan penyidikan terhadap Risal, kemudian dikembangkan dan ditangkap tersangka lainnya termasuk VS.

Tersangka VS memperjual belikan satwa yang dilindungi khususnya Komodo yang berasal dari pulau Flores yang didapat dari tersangka ED (DPO).

Komodo itu dikirim ke Surabaya menggunakan angkutan truk yang dititipkan kepada sopir truk tersangka EB (DPO). Begitu tiba di Surabaya tersangka VS menghubungi tersangka AN dan Risal, lalu mereka menjual melalui online di media sosial Facebook.

Loading...

Perdagangan ilegal ini mulai mereka lakukan dari tahun 2016 hingga 2019. Tersangka VS sudah menjual Komodo kurang lebih sebanyak 41 ekor ke beberapa pelaku 4 diantaranya sudah ditahan.

Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yosep Gunawan didampingi Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, dari hasil perkembangan penyidikan, satwa Komodo tersebut diduga juga dijual ke luar Negeri.

Saat ini penyidik masih menunggu hasil forensik Polri guna ungkap jaringan Internasional perdagangan satwa Komodo.

Baca Juga  Warga Glenmore Kembali Soroti PT IGG

“Ini bukti keseriusan Polisi dalam memberantas transaksi mengenai jual beli hewan yang dilindungi,” kata Akhmad Yosep, Rabu (27/3/2019).

Dari pelaku yang beberapa adalah Residivis disita barang bukti, 5 ekor Komodo, 1 ekor burung Binturong, 1 ekor Kakak Tua Jambul Kuning, 1 ekor Kakak Tua Maluku, 5 ekor Burung Nuri Bayan, 5 ekor Perkici Flores, 1 ekor Kasuari Gelambir Dua, 1 tengkorak bertanduk Rusa, 5 ATM, 7 HP dan 4 container box.

Dari pelaku MR BPH dan DD petugas mengamankan barang bukti berupa, 10 ekor Berang-Berang, 5 ekor Kucing Kuwuk, 1 ekor Jalarang, 7 ekor Lutung Budeng, 6 ekor Trenggiling, 1 Cukbo ekor merah, 1 ekor Elang Bido.

Semua pelaku kini mendekam di penjara Polda Jatim dan akan dijerat sebagaimana dimaksud dalam undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. (Eko)

Teks foto : Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yosep Gunawan didampingi Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Editor : Budi

Loading...
Artikulli paraprakIni Alasan Ditreskrimsus Polda Jatim Periksa Anak Wali Kota Tri Rismaharini
Artikulli tjetërDPD Partai Golkar Jombang Senam Zumba Diikuti Ribuan Masyarakat

Tinggalkan Balasan